Masyarakat Minta Pencarian 13 Nelayan Hilang Dilanjutkan

Painan (ANTARA News) - Masyarakat Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, meminta pemerintah daerah dan aparat berwenang masih melanjutkan pencarian terhadap 13 nelayan setempat yang hilang di perairan Pulau Penyu pekan lalu, setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam dihantam ombak. Pemda Pesisir Selatan menjadwalkan pencarian atas para nelayan itu hingga Minggu (24/6), namun masyarakat berharap diperpanjang beberapa hari lagi dengan harapan bisa ditemukan, kata tokoh adat Tarusan, Marta Wijaya Datuak Rajo Bagampo di Painan, Sabtu. "Kita harapkan waktu pencarian ditambah dari jadwal hingga Minggu (24/6) menjadi beberapa hari berikutnya," kata tokoh adat masyarakat Tarusan, Marta Wijaya Datuak Rajo Bagampo kepada ANTARA di Painan, Sabtu. Ke-13 nelayan asal Nagari Ampang Pulau, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan hilang setelah kapal KM Tarusan Jaya yang mereka operasikan tenggelam dihantam badai di perairan laut dekat Pulau Penyu (sekitar 17 mil dari Painan). Upaya pencarian dimulai sejak Senin siang (18/6) oleh Tisam SAR gabungan dari Pessel, Sumbar, Kabupaten Muko-Muko dan Provinsi Bengkulu serta masyarakat nelayan, namun hingga Jumat (22/6) malam belum menemukan hasil. Mengenai batas waktu pencarian, Bupati Pessel, Nasrul Abit mengatakan, mungkin akan diakhiri hingga Minggu (24/6). Pembatasan ini terkait waktu kejadian telah sampai satu minggu. Menurut dia, jika memang pencarian dihentikan pada Minggu (24/6), maka esok harinya, Senin (25/6) Pemkab akan menemui semua keluarga nelayan itu untuk melakukan pembicaraan terkait penghentian tersebut. Dalam pertemuan itu, akan melibatkan sejumlah ulama untuk memberikan masukan-masukan bagi keluarga nelayan agar tetap tabah menghadapi musibah ini, tambahnya. Menanggapi hal ini, Marta Wijaya Datuak Rajo Bagampo berharap batas waktu pencarian ini diperpanjang dan kalau bisa sampai para nelayan itu ditemukan. Harapan masyarakat ini disampaikan kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pessel yang juga Ketua Posko Bencana DKP Pessel, Yosmeri. Yosmeri mengatakan, jika masyarakat meminta batas waktu diperpanjang maka dirinya akan segera berkoordinasi dengan bupati untuk membicarakan hal ini. "Kita harapkan batas waktu itu justru tidak terlampaui dimana menjelang Minggu (24/6) diharpakan para nelayan itu telah ditemukan," katanya. Upaya pencarian 13 nelayan itu, sampai Jumat (22/6) terus berlanjut dan diarahkan pada perairan laut Provinsi Bengkulu hingga Pulau Bay, berjarak sekitar 500 kilometer dari Pulau Penyu, tempat tenggelamnya kapal KM Tarusan Jaya. Dari pihak Pemkab Pessel selain menerjunkan puluhan tim SAR, petugas perikanan, Kepolisian, Satpol PP dan bantuan nelayan tradisional, juga menurunkan tiga unit kapal masing-masing KM Napoleon, KM Dolfin dan KM Colombus. Juga bantuan kapal KAL Sinyaru TNI-AL yang diarahkan pencarian ke perairan laut Kepulauan Mentawai, akan tetapi juga belum menunjukkan tanda-tanda. Perluasan pencarian hingga Kota Bengkulu dan Pulau Bay, serta Kepulauan Mentawai, menurut dia, didasari kecepatan tiupan angin dan arah gelombang laut. Pencarian di daerah itu, melibatkan Tim SAR Gabungan Bengkulu dan Kabupaten Muko-Muko serta nelayan setempat, tambah Yosmeri. Ke-13 nelayan yang dicari itu adalah, Sidas (30), Memed (24), Ine (18), Mel (20), Yan Panungkek (50), Isep (24), Yosep (24), Joni (29), Aan (20), Johan (26), Melang (40), Yuli (30) dan Ino (25) yang semuanya berasal dari Kecamatan Tarusan Pessel. Seorang lagi, nelayan yang menumpang KM Tarusan Jaya, Adi (25) telah ditemukan selamat pada Selasa (19/6) siang.(*)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2007

Kapal kargo Sunda Kelapa - Pontianak tenggelam di perairan Belitung

Komentar