Gorontalo (ANTARA News) - Polda Gorontalo merilis hasil Operasi Lilin Otanaha 2017 dimana pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2018 di daerah itu berjalan aman dan lancar.

Kapolda Gorontalo, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Rachmad Fudail, Selasa, mengatakan berbagai upaya dilakukan pihak Kepolisian untuk memberikan jaminan rasa aman bagi umat Nasrani yang beribadah serta bagi seluruh masyarakat Gorontalo.

"Ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri kepada masyarakat dan operasi ini adalah Operasi Kepolisian Terpusat yang dilaksanakan selama sepuluh hari sejak 13 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan itu mengedepankan kegiatan satuan tugas penganturan, pembinaan, penjagaan dan juga patroli serta satuan tugas lidik dan sidik.

Kepala Perencanaan dan Pengendalian Operasi Lilin Otanaha 2017 Komisaris Besar (Kombes) Polisi Agus Supriyanto menjelaskan bahwaselama pelaksaaan kegiatan itu pihaknya menindaki 41 kasus.

"Diantaranya delapan kasus penganiayaan, tujuh kasus pencurian, lima kasus pencemaran nama baik, lima kasus pengeroyokan, empat kasus kekerasan dalam rumah tangga dan dua kasus pencabulan," jelasnya.

Selain itu ada dua kasus penggelapan, dua kasus perzinahan, pencurian kendaraan bermotor roda dua, perbuatan tidak menyenangkan, penipuan, perlindungan anak serta asusila masing-masing 1 kasus.

Dari jumlah tersebut menurutnya, terjadi penurunan jumlah kasus dibandingkan tahun 2016, yaitu sebanyak enam kasus.

"Sedangkan untuk kecelakaan lalu lintas terjadi 13 kasus atau turun empat kasus dibandingkan tahun 2016.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo mengungkapkan terima kasihnya kepada masyarakat Gorontalo yang telah menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

"Polri dibantu TNI, instansi lain dan Pramuka dikerahkan di pos pengamanan untuk memberikan rasa aman. Kita bersyukur Gorontalo tetap aman dan kondusif dan berharap hal ini terus dijaga," pungkasnya.

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2018