Realisasi produksi Geo Dipa naik 30 persen

Realisasi produksi Geo Dipa naik 30 persen

Arsip: Kondisi instalasi sumur pengeboran panas bumi PT Geo Dipa Energi di dataran tinggi Dieng Desa Karang Tengah, Batur, Banjarnegara, Jateng, Selasa (14/6/2016). . (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Jakarta (ANTARA News) - Tepat pukul 00.00 di Dieng, Jawa Tengah, PT Geo Dipa Energi, sebuah BUMN yang memproduksi energi listrik dari panas bumi mencatat realisasi produksi sebesar 763 GWh menunjukkan kenaikan produksi sebesar 30 persen dibandingkan dengan produksi listrik tahun 2016 sebesar 586 GWh.

"Dieng, pukul 00.00 tahun 2018, PT Geo Dipa Energi (Persero) melalui Patuha dan Dieng Unit I memberikan realisasi produksi listrik sebesar 763 GWh, dan angka realisasi tahun 2017 itu telah memberikan kenaikan 30 persen dibanding realisasi produksi listrik tahun 2016 sebesar 586 GWh, kata Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Riki Ibrahim, dalam keterangan pers diterima Jakarta, Selasa.

"Kami menyaksikan pencatatan jumlah realisasi produksi listrik dari kedua unit panas bumi tersebut di kantor Dieng malam pergantian tahun baru 2018, dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan perusahaan yang telah berhasil menunjukkan kinerja di tahun 2017," kata Riki.

Realisasi produksi Pembangkitan Unit Patuha untuk tahun 2017 itu mencapai rata-rata 56 MW, sedangkan PLTP Unit Dieng berhasil meningkatkan performanya menjadi rata-rata 44 MW dibanding tahun 2016 yang mencapai rata-rata 37 MW.

Kenaikan realisasi produksi listrik tahun ini merupakan hasil kinerja seluruh insan Geo Dipa dari program optimalisasi kedua lapangan baik pengawasan dari sisi hulu maupun hilirnya.

"Optimalisasi yang dimaksud adalah mengupayakan produksi listrik agar dapat mencapai sesuai dengan kapasitas terpasang masing-masing unit pembangkit," kata dia pula.

Direksi baru PT Geo Dipa Energi (Persero) mendapat dukungan penuh pemegang sahamnya dalam rangka mempercepat pertumbuhan pendapatan dan mengurangi akumulasi rugi perusahaan yang tercatat sebesar Rp641 miliar sampai Desember 2016.

Sedangkan perseroan mengalami kenaikan pendapatan pada tahun 2017 sejumlah Rp740 miliar dibandingkan Rp591 miliar (lima ratus sembilan puluh satu miliar) pada tahun 2016, karena kerja keras seluruh manager atau Geo Dipa leaders.

Pada tahun 2018, lanjut Riki, Geo Dipa mengusung "Improvement Asset Quality Through Excellence Maintenance" sebagai fokus kinerja perusahaan.

Geo Dipa menargetkan pertumbuhan 10 persen karena Geo Dipa masih melihat adanya peluang di lapangan panas bumi khususnya Dieng, karena dinilai masih belum optimal. Geo Dipa akan menggenjot produksi PLTP Dieng I dan Patuha I serta optimalisasi pengembangan pembangkit lainnya.

Selain itu, GeoDipa juga akan melanjutkan proses persiapan eksplorasi bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), Kementerian ESDM (EBTKE), serta Kementerian Keuangan untuk Prospek Area Panas Bumi Candradimuka, di Dataran Tinggi Dieng.

Selain itu, GeoDipa juga menyiapkan proses persiapan survei pendahuluan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Baru Penugasan pemerintah yaitu WKP Candi Umbul Telomoyo dan Arjuno Welirng, serta memperbaharui studi kelayakan Proyek Patuha 2,3 dan Dieng 2,3 meliputi study Well Targetting dan cadangan lapangan pengembangan Lapangan Panas Bumi Dieng dan Patuha.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar