Pariwisata wilayah selatan Yogyakarta akan dikembangkan

Pariwisata wilayah selatan Yogyakarta akan dikembangkan

Suasana Pantai Drini yang terletak di Wonosari, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat dikunjungi pada masa libur lebaran Idul Fitri 1438 H, Rabu (28/6/2017). (ANTARA News/Afut Syafril)

Yogyakarta (ANTARA News) - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta bersiap mengembangkan destinasi wisata yang tersebar di wilayah selatan derah itu sesuai visi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Pada 2018 kami sudah mulai visi gubernur dengan lebih mengembangkan destinasi pariwisata ke arah selatan," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta di Yogyakarta, Rabu.

Aris mengakui destinasi-destinasi wisata di wilayah selatan DIY memiliki potensi besar manarik kunjungan wisata. Apalagi didukung dengan garis pantai yang membentang sepanjang 113 kilometer di wilayah selatan DIY.

Menurut dia, banyak sekali pantai-pantai yang indah di wilayah itu. Ia mencontohkan, Pantai Depok, Pantai Parangtritis di Bantul, Pantai Congot, Pantai Trisik di Kulon Progo, serta Pantai Baron, Pantai Nglambor, Pantai Drini di Gunung Kidul.

"Hampir mayoritas pantai-pantai yang indah ada di Gunung Kidul karena bersih dan memiliki pasir putih," kata dia.

Potensi itu diyakini semakin besar apabila proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang melintasi Gunung Kidul bisa diselesaikan pada 2018.

Selain didasarkan potensi wisata yang indah, pengembangan wisata di wilayah selatan DIY juga bertujuan memberikan solusi terhadap tingginya tingkat kemiskinan di wilayah itu.

"Kami harapkan bisa mengurangi disparitas serta kesenjangan kemiskinan antarwilayah di DIY," kata dia.

Aris mengatakan pengembangan destinasi wisata di wilayah selatan dimulai dengan pengembangan fisik serta sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang digencarkan bersama Pemda Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo.

"Bukan hanya aspek fisik, tapi aspek kesiapan SDM juga kita dorong karena jika tidak profesional atau tidak mampu menjelaskan destinasi dengan lengkap menjadi kurang diminati," kata dia.

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar