Kabupaten ini siap masukkan aliran kepercayaan dalam kurikulum

Kabupaten ini siap masukkan aliran kepercayaan dalam kurikulum

Ilustrasi - Bocah suku Baduy Luar bermain di balik tumpukan kayu hasil penebangan, di aliran Sungai Ciujung, Kanekes, Lebak, Banten. Kelompok masyarakat yang mendiami sekitar 5.100 hektare kawasan tanah hak ulayat di Pegunungan Kendeng itu hingga kini masih tetap menjaga dan mematuhi warisan tradisi nenek-moyang mereka yang berlandaskan sistem kepercayaan kuno, Sunda Wiwitan. (ANTARA/Ismar Patrizki)

Penajam, Kalimantan Timur (ANTARA News) - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara siap memasukkan pelajaran aliran kepercayaan dalam kurikulum pendidikan apabila resmi diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kami masih menunggu edaran resmi dari Kemendikbud untuk penerapan aliran kepercayaan di dalam kurikulum pembelajaran," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara Marjani di Penajam, Kamis.

Marjani tidak terlalu sulit mendapatkan pengajara untuk aliran kepercayaan karena aliran kepercayaan hanya sebatas diketahui, bukan untuk dipahami peserta didik.

Namun demikian, Marjani menilai aliran kepercayaan lebih tepat jika digabung dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan atau PKN.

"Kami siap menerapkan aliran kepercayaan di dalam kurikulum pendidikan jika ada surat edaran resmi dari Kemendikbud," kata Marjani.

Kemendikbud sudah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 27 Tahun 2016 tentang layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada satuan pendidikan.

Regulasi ini mengatur layanan pendidikan kepercayaan Terhadap tuhan Yang Maha Esa yang diberikan kepada peserta didik penghayat kepercayaan.


Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar