counter

Presiden janji cari solusi persoalan keraton-keraton Nusantara

Presiden janji cari solusi persoalan keraton-keraton Nusantara

Presiden Joko Widodo (kiri) menerima plakat dari Forum Raja dan Sultan Se-Nusantara Sultan Sepuh XIV Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat disela-sela dialog bersama Raja dan Sultan se-Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/1/2018). Dalam audiensi tersebut, Raja dan Sultan se-Indonesia mengapresiasi pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah serta meminta pemerintah membentuk Institusi atau Unit Kerja Presiden dan Undang-Undang tentang perlindungan kearifan lokal, kebudayaan dan hak intelektual karya komunal. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) ()

Bogor (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo berjanji akan mencarikan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang dialami keraton, kerajaan, atau kesultanan di berbagai pelosok Nusantara.

Sejumlah raja dan sultan se-Nusantara hadir di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, untuk melakukan audiensi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya telah mencatat banyak sekali dan mungkin juga dalam bentuk tulisan sudah saya terima, nantinya secara khusus saya akan merumuskan kebijakan-kebijakan yang secepatnya bisa diimplementasikan," ucap Presiden.

Ia berjanji untuk menampung masukan tersebut dan nantinya akan berupaya untuk mencari jalan keluar dari permasalahan-permasalahan yang ada.

Presiden pun meminta kepada para raja dan sultan untuk memberikan laporan yang lebih detail sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa pihaknya berencana untuk menyediakan alokasi anggaran khusus untuk revitalisasi keraton-keraton yang mengalami kerusakan.

"Saya juga minta mengenai keraton-keraton yang perlu diperbaiki secara total. Mungkin dikerjakan setiap tahun entah 3 sampai 5, nanti saya hitung dulu anggarannya," tuturnya.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menjanjikan akan secepatnya mengumpulkan jajaran terkait dan membicarakan segala masukan yang didapat.

"Saya belum bisa menjawab, tapi akan ketemu nanti setelah saya rapat terbatas dengan seluruh kementerian yang ada. Termasuk di dalamnya mengenai sertifikasi tanah-tanah keraton yang memang belum dikerjakan. Akan saya perintahkan untuk segera dikerjakan," tuturnya.

Kedatangan para raja dan sultan tersebut secara khusus adalah atas undangan langsung Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, dalam satu kesempatan, Kepala Negara memang menyatakan akan mengundang para raja dan sultan untuk datang ke Istana.

Kepada para raja dan sultan tersebut, Presiden menyatakan ingin berdiskusi terkait dengan masalah-masalah di lapangan, utamanya yang ada di keraton-keraton.

Ia juga ingin mendapatkan masukan langsung dari para raja dan sultan itu.

"Saya ingin mendengar masalah-masalah yang ada dari yang saya hormati, yang mulia para raja dan sultan dan dari pangeran serta permaisuri yang pagi hari ini hadir," ujarnya saat mengawali audiensi di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab ini dihadiri oleh 88 raja dan sultan dari seluruh Indonesia dengan rincian 20 dari Sumatra, 17 dari Jawa, 3 dari Bali, 4 dari NTB, 5 dari NTT, 10 dari Kalimantan, 18 dari Sulawesi, 9 dari Maluku, dan 2 dari Papua.

Salah seorang perwakilan dari para undangan dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya bagi Presiden Joko Widodo yang bersedia bertemu dengan para raja dan sultan se-Nusantara.

Bahkan, dengan adanya pertemuan yang belakangan rutin dilaksanakan ini, Presiden disebut sangat mencintai rakyat dan juga segala macam adatnya.

"Atas nama seluruh raja dan sultan, kami sampaikan apresiasi yang sangat tinggi. Kami merasa sangat tersanjung, sejak bulan September sampai Januari ini sudah hampir empat kali kami bertemu Bapak. Di Cirebon, Medan, dan dua kali di sini. Bagi kami, Bapak bukan hanya menghormati, tapi betul-betul mencintai adat, mencintai kami," ujar Sultan Kepaksian Skala Brak, Edward Syah Pernong.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut mendampingi Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Presiden akan pelajari draf revisi UU KPK

Komentar