BTNT siapkan fasilitas pendakian eksklusif di Gunung Tambora

BTNT siapkan fasilitas pendakian eksklusif di Gunung Tambora

Arsip Foto. Foto udara panorama kaldera Gunung Tambora di Kabupaten Dompu, NTB, Rabu (19/4/2017). Tinggi Gunung Tambora yang semula 4.200 meter turun akibat letusan tahun 1815 menjadi 2.851 meter dan menyisakan kaldera berdiameter tujuh kilometer dengan kedalaman 1.200 meter. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Mataram (ANTARA News) - Balai Taman Nasional Tambora mulai tahun ini menyiapkan fasilitas pendakian eksklusif di Gunung Tambora, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, guna menarik kunjungan wisatawan.

Kepala Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) Budhy Kurniawan mengatakan fasilitas pendakian eksklusif yang disediakan serupa dengan yang tersedia di Gunung Bromo, Jawa Timur.

"Jadi modelnya adalah menaiki gunung menggunakan kendaraan roda empat atau sepeda motor trail dari pintu gerbang pendakian sampai pos V (pos terakhir) dan berlanjut hingga ke puncak/kaldera gunung," katanya.

Fasilitas pendakian tersebut, menurut dia, hanya akan mencakup dua jalur pendakian, yakni dari Desa Piong di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, dan Doro Ncanga di Kabupaten Dompu.

Jarak pendakian dari pintu gerbang Piong hingga Pos V atau pos terakhir mencapai 21 kilometer, sedangkan dari Doro Ncanga 18,5 kilometer. Waktu tempuh dari gerbang hingga pos terakhir rata-rata empat jam menggunakan kendaraan roda empat, lalu berlanjut dengan perjalanan menuju puncak/kaldera gunung selama 1,5 jam.

Namun para pendaki yang menggunakan fasilitas itu hanya bisa menikmati savana dan sesekali melihat rusa, satwa endemik Gunung Tambora. Tidak seperti pendaki yang menggunakan jalur pendakian biasa dengan berjalan kaki menyusuri Desa Pancasila di Kabupaten Dompu, serta Desa Kawinda Toi dan Doropeti di Kabupaten Bima.

Para pendaki yang melalui jalur pendakian tersebut bisa menikmati indahnya savana serta melihat dan mendengar kicauan burung endemik Gunung Tambora seperti koakiao, gosong, dan paruh bengkok, juga melihat dari dekat keindahan kupu-kupu dan rusa yang sesekali muncul.

"Masing-masing jalur pendakian memang ada kelebihan dan tantangan tersendiri, tergantung dari minat dan tantangan yang diinginkan para pendaki," kata Budhy.

Pendakian menggunakan kendaraan bermotor, menurut Budhy, tidak melanggar aturan tentang kawasan konservasi karena jalur yang dilalui merupakan zona pemanfaatan berupa padang savana.

"Model pendakian tersebut diharapkan bisa memberdayakan potensi ekonomi yang ada di masyarakat, baik dari sisi transportasi pelayanan jasa pendakian. Dan kami sekarang sedang proses pembinaan dan identifikasi," katanya.

Gunung Tambora yang tingginya sekitar 2.850 meter dari permukaan laut berada di wilayah Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut), dan Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara).

Taman Nasional menawarkan tiga cara menikmati Gunung Tambora, yakni melalui pendakian eksklusif, pendakian lewat jalur biasa, dan fasilitas rekreasi bagi wisatawan non-pendaki.


Pewarta: Awaludin
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar