counter

Pelni Logistics targetkan laba 2018 Rp49 miliar

Pelni Logistics targetkan laba 2018 Rp49 miliar

Dokumen foto kapal PT Pelni (Persero) melayani Program Tol Laut yang secara terjadwal melayani kebutuhan logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, ke Pulau Natuna, Kepulauan Riau. (ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa)

Bongkar muat curah kering akan tumbuh positif setelah adanya Program Tol Laut sejak November 2015 ..."
Jakarta (ANTARA News) - Pelni Logistics, anak usaha PT Pelni (Persero), menargetkan perolehan laba 2018 senilai Rp49 miliar atau meningkat dari 2017 senilai Rp45 miliar, menyusul perkiraan pertumbuhan positif sektor logistik tanah air dalam beberapa tahun mendatang.

"Ya, target kami seperti itu tahun ini," kata Direktur Utama Pelni Logistics Suharyanto saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

Target itu, menurut dia, akan dicapai melalui upaya meningkatkan bongkar muat curah kering dan sinergitas dengan perusahaan negara lainnya.

"Bongkar muat curah kering akan tumbuh positif setelah adanya Program Tol Laut sejak November 2015, khususnya guna meningkatkan pemerataan pertumbuhan di kawasan timur negeri ini," katanya.

Selain itu, ia mengemukakan, pengembangan bisnis di sektor logistik pun masih terbuka lebar dengan okupansi kapal logistik Pelni yang baru sekitar 70 persen saat ini.

Suharyanto juga menjelaskan, pihaknya akan meningkatkan kegiatan bongkar muat dari sektor tidak terkurung (non captive) berupa batubara dan kargo umum lainnya sebanyak 5,3 juta ton tahun ini.

"Itu naik signifikan 2016 yang hanya 1,8 juta ton," katanya.

Perseroan yang didirikan sejak 31 Maret 1986 dengan nama PT Sarana Bandar Nasional itu mulai menyediakan jasa bongkar muat barang dari dan ke kapal milik induk perusahaan maupun kapal-kapal perusahaan lain.

Jasa tersebut meliputi kegiatan pembongkaran barang dari dan ke kapal (stevedoring), mengeluarkan dan mengangkut barang dari dermaga ke lapangan penumpukan barang di gudang dan sebaliknya (cargodoring), dan penerimaan dan penyerahan barang dari gudang atau lapangan penumpukan barang, lalu menyusunnya ke atas kendaraan pengangkut untuk seterusnya disampaikan kepada penerima (receiving delivery).

Muatan yang dilayani perusahaan itu, antara lain kontainer, kargo, general cargo, pupuk curah, semen, kendaraan dan alat berat.

Perseroan juga melayani bongkar muat yang berbentuk kargo kemasan/karung (bag cargo), seperti beras, pupuk dan terigu, maupun palletize cargo layaknya kayu lapis (plywood) dan keramik.

Bongkar muat curah kering, seperti batu bara dan nikel, serta curah cair seperti minyak kelapa sawit (CPO), juga dilayani perusahaan tersebut.

Perseroan juga sudah bertransformasi menjadi perusahaan logistik total dan turut melayani pelanggan jasa transportasi barang dari pintu ke pintu hingga menjadi usaha penunjang dari kegiatan bisnis utama perusahaan.

Bahkan, sejak 2013 perusahaan mendirikan dua anak perusahaan di bidang angkutan multimoda dan kepelabuhanan, serta kini turut mengembangkan saluran distribusi dengan merek Pelni Mart.

Terakhir, perseroan juga berencana , Pelni menambah 1.200 kontainer baru atau menambah dari 980 kontainer saat ini.

Guna menunjang bisnis di sektor logistik tersebut, Pelni Logistics juga terus menggencarkan sinergitas, utamanya dengan perusahaan milik negara lainnya.

Suharyanto memberikan memberikan contoh sinergitas itu dengan Haka aston, Pos logistics, Pupuk Indonesia, dan Semen Indonesia.

"Sejak awal Agustus 2017 bersama Semen Indonesia, perusahaan telah melakukan pengiriman semen perdana dari Pelabuhan Makassar ke Pelabuhan Pomako Timika," katanya.

Perseroan bersama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia mengirimkan puluhan ton bahan pokok ke Kabupaten Wamena Papua, untuk dijual ke konsumen dengan harga 25 persen di bawah harga pasar sesuai target pemerintah.

 Pendapatan Pelni Logistics sepanjang 2017 mencapai Rp270 miliar.

Pelni Logistics juga telah menjalankan layanan aplikasi dalam jaringan Internet (online) yang mempermudah para pemakai jasanya.

"Melalui aplikasi itu memungkinkan bertambahnya kontribusi anak perusahaan terhadap sang induk sekitar 15-20 persen pada 2018 ini," demikian Suharyanto.

Pewarta: Edy Sujatmiko
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pengecekan jalur laut dari sampah

Komentar