Start Tour d`Indonesia bergeser ke Candi Prambanan

Start Tour d`Indonesia bergeser ke Candi Prambanan

Arsip - Pebalap memacu kecepatan pada etape terakhir Speedy Tour d'Indonesia 2011 di Denpasar, Bali, Rabu (12/10). Polygon Sweet Nice menjadi tim terbaik berdasarkan total perolehan, disusul team Hong Kong China dengan selisih waktu 34detik. (FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - Kejuaraan internasional balap sepeda Tour d`Indonesia (TdI) 2018, yang akan berlangsung 25-28 Januari mengalami perubahan lokasi start dari rencana sebelumnya di Candi Borobudur, Jawa Tengah bergeser ke Candi Prambanan, Yogjakarta karena alasan teknis.

Ketua Bidang Perlombaan PB ISSI Parama Nugroho dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Senin mengatakan, perubahan lokasi start ini dinilai tidak mengurangi semangat penyelenggara yang ingin menjadikan kejuaraan ini sebagai etalase pariwisata Indonesia.

"Pemindahan lokasi start ini dilakukan setelah kami melakukan audiensi dengan pengelola Candi Borobudur. Kami mendapatkan informasi jika ada kendala teknis. Untungnya Pengprov ISSI Yogyakarta menawarkan bantuan dan lokasi start dipindah ke Candi Prambanan," katanya.

Adanya pemindahan lokasi start juga berpengaruh pada jarak perlombaan tersebut. Etape pertama dari Candi Prambanan akan finis di Ngawi, Jawa Timur dengan jarak tempuh 130 km. Setelah finis di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, semua pebalap akan menginap di Madiun.

Etape kedua, pebalap akan memulai balapan dari Madiun dan finis di Mojokerto dengan jarak tempuh 117,7 km. Setelah finis, semua pebalap akan ditransfer menuju Probolinggo yang akan menjadi lokasi start etape tiga menuju Banyuwangi dengan jarak tempuh 202 km.

Untuk etape terakhir, semua pebalap akan menyeberang ke Pulau Bali. Start dimulai dari Gilimanuk dan akan finis di Denpasar Bali dengan jarak tempuh 162 km. Lokasi finis ini sama dengan TdI sebelumnya meski selama enam tahun terakhir vakum.

Setelah vakum, TdI 2018 memang menjadi sebuah gebrakan karena naik level dari 2.2 menjadi 2.1 UCI. Untuk kejuaraan ini, pihak penyelenggara diperbolehkan mengundang tim kelas World Tour dan Pro Continental setidaknya 50 persen dari jumlah peserta.

Hingga saat ini sudah 16 tim terdaftar sebagai peserta dengan rincian 13 tim kontinental dan tiga tim nasional. Hanya saja untuk tim World Tour hingga saat ini tidak ada konfirmasi secara resmi. Sebelumnya, ada informasi jika tim asal Bahrain yang diundang.

"Tanpa kehadiran tim dunia juga tidak masalah karena mereka dalam masa persiapan awal. Tapi, paling tidak dari tim yang hadir telah mewakili empat benua. Kami ingin penyelenggaraan TdI dengan standart yang baik sehingga kedepan bisa menjadi daya tarik tim untuk datang ke sini," kata pria yang akrab dipanggil Nunung itu.

Terkait dengan commissaire atau juri, Race Director TdI 2018 Sondi Sampurno mengatakan akan melibatkan juri terbaik yang dimiliki Indonesia. Namun, untuk kepala commissaire akan dipilih yang berasal dari Asia.

"Kami ingin menunjukkan bahwa commissaire dari Asia juga mampu memimpin lomba dengan tingkat yang tinggi dan kami berharap hal ini bisa membuat TdI 2018 dengan kategori 2.1 bisa berlangsung dengan lebih baik," katanya.

Berikut daftar peserta TdI 2018 :

PGN Road Cycling Team (INA)

KFC Cycling Team (INA)

ACC Cycling Team (INA)

Team Sapura Cycling (MAS)

Terengganu Pro Asia Cycling Team (MAS)

7-Eleven Cycling Team (PHI)

Thailand Continental Cycling Team (THA)

Nex CCN (LAO)

Aisan Cycling Team (JPN)

Interpro Cycling Academy (JPN)

St. George Continental Cycling Team (AUS)

Team McDonalds Down Under (AUS)

Java Partizan Pro Cycling Team (SRB)

Indonesian National Team

Malaysian National Cycling Team

Eritrean National Team.

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar