Rupiah bergerak naik menjadi Rp13.384 per dolar AS

Rupiah bergerak naik menjadi Rp13.384 per dolar AS

Arsip Foto. Petugas menghitung mata uang dolar AS di salah satu tempat penukaran mata uang asing di Jakarta. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta naik 11 poin menjadi Rp13.384 per dolar AS dari Rp13.395 per dolar AS pada Jumat, saat para pelaku pasar memantau dampak pengetatan kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan sentimen pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat menahan laju dolar AS.

"Sentimen dari pengurangan pengetatan kebijakan ekonomi AS membuat pelaku pasar mempertimbangkan untuk keluar sementara dari aset berdenominasi dolar AS," katanya.

Apresiasi mata uang di kawasan Asia dan Eropa, menurut dia, juga berimbas positif pada rupiah, membuatnya melanjutkan kenaikan nilai tukar terhadap dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan harga minyak mentah dunia yang kembali menguat juga menjadi salah satu faktor yang menopang kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Naiknya harga minyak mentah bisa menjadi sentimen penguatan rupiah," katanya.

Harga minyak mentah jenis WTI pada Jumat berada di level 63,63 dolar AS per barel, sementara Brent Crude di posisi 69,27 dolar AS per barel.

Selain itu, ia menjelaskan, sentimen dari dalam negeri yang cukup kondusif dengan kegiatan usaha pada kuartal pertama 2018 diperkirakan meningkat berdasar Saldo Bersih Tertimbang (SBT), yang diperkirakan naik menjadi 13,96 persen.

"Kenaikan itu diikuti dengan rencana penggunaan tenaga kerja yang lebih banyak," katanya.


Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar