Warga Sukabumi kehilangan jari akibat ledakan petasan

Warga Sukabumi kehilangan jari akibat ledakan petasan

ilustrasi luka kena petasan (ANTARA News/Insan Faizin Mubar)

... harus ikhlas kehilangan jari tengah dan telunjuk tangan kanan saya, karena kata dokter kondisinya sudah rusak parah akibat ledakan petasan itu...
Sukabumi, Jawa Barat (ANTARA News) - Barna, warga Kampung Jambelaer, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,  kehilangan dua jari tangannya akibat ledakan petasan luncur saat merayakan pesta pernikahan tetangganya.

"Saat itu saya tengah menghadari acara pernikahan dan diminta tetangga untuk menyalakan petasan luncur. Delapan petasan sudah diluncurkan, namun satu lagi saya kira tidak nyala tiba-tiba meledak di tangan saya," kata Barna, saat tengah dirawat di RSUD R Syamsudin SH, Sukabumi, Jumat.

Informasi yang dihimpun, kejadian yang merampungkan dua jari tangan warga Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok ini saat ada pesta pernikahan di kampung itu.

Sudah menjadi tradisi saat menyambut kedatangan pasangan pengantin dinyalakan petasan. Pesta itu sempat menjadi tegang saat jari tangan Barna terkena ledakan petasan luncur.

Hingga saat ini korban masih dirawat di RSUD R Syamsudin SH dan menunggu amputasi dua jari tangannya oleh tim medis rumah sakit itu.

"Saya harus ikhlas kehilangan jari tengah dan telunjuk tangan kanan saya, karena kata dokter kondisinya sudah rusak parah akibat ledakan petasan itu," tambahnya.

Sementara, Kepala Tim Informasi dan Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, dr Wahyu Handriana, mengatakan, "Dari hasil diagnosa, korban mengalami traumatik amputasi di jari ke dua dan ke tiga tangan kanannya atau telunjuk dan jari tengah. Untuk amputasi akan dilaksanakan pada Senin (15/1), menunggu dokter spesialis ortopedi."

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar