counter

DKP Bangka tengah terbitkan 1.114 polis asuransi nelayan

DKP Bangka tengah terbitkan 1.114 polis asuransi nelayan

Sejumlah perahu nelayan bersandar di Dermaga Pancer, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (25/9/2016). Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana mendaftarkan nelayan dalam asuransi jiwa pada 2017 mendatang guna melindungi para nelayan karena pekerjaan yang mereka jalani dinilai beresiko tinggi. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Target kami semua nelayan akan mendapatkan jaminan asuransi keselamatan."
Koba (ANTARA News) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 2017 sudah menerbitkan 1.114 polis asuransi nelayan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap jaminan keselamatan masyarakat pesisir.

"Target kami semua nelayan akan mendapatkan jaminan asuransi keselamatan," kata Kepala DKP Bangka Tengah Dedy Muchdiyat di Koba, Sabtu.

Ia menjelaskan berdasarkan data yang ada tercatat sebanyak 4.372 nelayan yang tersebar pada enam kecamatan di daerah itu namun belum semuanya yang sudah mendapatkan polis asuransi.

"Ini kami lakukan secara bertahap, pada 2018 tentu kami akan menerbitkan lagi polis asuransi untuk nelayan yang belum mendapatkannya dan semuanya akan diasuransikan," katanya.

Ia menjelaskan polis asuransi nelayan ini merupakan program pihak kementerian terkait yang diimplementasikan hingga ke seluruh daerah di Indonesia sebagai bentuk jaminan keselamatan bagi masyarakat pesisir yang bekerja sebagai nelayan.

"Tujuan pemberian polis asuransi tersebut agar nelayan bisa melaut dengan rasa lebih aman dan tenang karena mereka sudah diasuransikan," katanya.

Ia mengatakan, pada 2018 terus dilakukan pendataan terhadap jumlah nelayan yang ada di daerah itu untuk kepentingan penyaluran bantuan dan sebagai data akurat yang akan memudahkan pemerintah menerbitkan polis asuransi tepat sasaran.

"Data jumlah nelayan terus diperbaiki setiap tahun sehingga data jumlah nelayan benar-benar akurat baik nelayan yang tergabung dalam kelompok maupun perorangan," katanya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar