Surabaya optimalkan kawasan terbuka Balai Pemuda

Surabaya optimalkan kawasan terbuka Balai Pemuda

Sejumlah penari dari Marlupi Dance Academy menarikan Tari Dayak di Balai Pemuda, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/7/2016). (ANTARA FOTO/Moch Asim)

Surabaya (ANTARA News) - Pemerintah Kota Surabaya mengoptimalkan penggunaan kawasan terbuka Balai Pemuda seiring selesainya pengerjaan parkir basemen tahap dua atau bawah tanah di Balai Pemuda.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Minggu mengatakan saat ini di Balai Pemuda sudah ada parkir bawah tanah dan bagian atasnya sebagai kawasan terbuka untuk penampilan seni budaya.

"Sesuai rencana tata ruang kota, di sana akan kami buat seperti laboratorium budaya dan kesenian di Surabaya," katanya.

Menurut dia, antara dua gedung utama di Balai Pemuda akan dijadikan tempat kesenian dan budaya, dengan harapan bisa mewadahi seniman untuk menampilkan karyanya.

Kawasan terbuka itu, lanjut dia, cukup luas, mulai depan Rumah Bahasa, Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) hingga depan Gedung Merah Putih Balai Pemuda.

Eri mengatakan area terbuka itu tidak dibiarkan los, melainkan diberikan sentuhan pembangunan untuk pentas para seniman.

Dinas Cipta karya akan membangun panggung namun tidak terlalu tinggi, selain itu juga ada tempat duduk yang nyaman di sekitar sana karena selama ini yang menonton biasanya berdiri.

"Kami juga akan bangun air mancur agar tidak panas bagi penonton," katanya.

Namun, lanjut Eri, Pemkot Surabaya akan mengajak bicara pegiat kesenian, seperti Dewan Kesenian dan Bengkel Muda Surabaya. Dua elemen tersebut akan diajak bicara terkait bagaimana kawasan kesenian terbuka tersebut bisa direalisasikan.

"Sebab, yang menggunakan adalah mereka. Kami ingin mereka juga diajak bicara supaya bisa menuangkan kebutuhannya dan pemikirannya. Dengan begitu akan tumbuh saling memiliki di space seni budaya ini," kata Eri.

Pemanfaatan kawasan terbuka untuk laboratorium seni budaya ini nanti tidak dipusatkan di Balai Pemuda, tetapi bisa memanfaatkan taman yang memiliki ruang terbuka cukup luas, seperti Taman Bungkul, Taman Prestasi, Taman Jayengrono, Taman Cahaya, Taman Suroboyo, dan sejumlah taman lainnya.

Namun, kata dia, pengembangan fasilitasnya akan dilakukan bertahap dan diinisiasi di Balai Pemuda terlebih dulu.

"Kami berhatap setelah mereka sudah mahir latihan di depan khalayak umum, nanti akan digiring untuk pentas di gedung kesenian yang di Hi Tech Mall, jadi agar kita tidak hanya punya ruang pentas indoor saja, tapi zaman now ini space-nya terbuka," katanya.

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar