Fintech, teknologi digital pembayaran masuk pesantren

Fintech, teknologi digital pembayaran masuk pesantren

Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dalam peluncuran aplikasi Mobile Fintech and Commerce Nurul Iman dan Kartu Pesantren Industri di Bogor, Minggu. (ANTARA News/ Sella Panduarsa Gareta) (ANTARA News/ Sella Panduarsa G)

Bogor (ANTARA News) - Kementerian Perindustrian mendorong perkembangan teknologi digital Financial Technology (Fintech) di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, dengan meresmikan penggunaan aplikasi Mobile Fintech and Commerce Nurul Iman dan Kartu Pesantren Industri.


“Aplikasi ini membuat transaksi di pesantren menjadi efektif dan efisien. Sehingga mampu menggeliatkan unit usaha yang ada di pesantren,” kata Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, Minggu.


Bekerja sama dengan PT Data Aksara Matra sebagai penyedia aplikasi teknologi, serta PT Bank Tabungan Negara, Tbk divisi syariah sebagai penyedia layanan jasa perbankan dalam rangka memberikan kemudahan dan keamanan santri dalam bertransaksi di pesantren.


Berdasarkan data Bank Indonesia pada tahun 2017 transaksi keuangan melalui Fintech mencapai Rp249 triliun atau meningkat 24 persen dibandingkan tahun 2016.


“Ini merupakan komitmen bersama untuk membangun bangsa khususnya di lembaga pendidikan pondok pesantren dengan meluncurkan aplikasi mobile produk asli dalam negeri karya anak bangsa,” papar Gati.


Gati menjelaskan melalui aplikasi Fintech tersebut maka para santri, wali santri, dan mitra bisnis dapat memanfaatkan beragam fitur seperti pembelian dan pembayaran produk pondok pesantren yang memudahkan pengguna dalam mentransfer uang ke akun rekening virtual pondok pesantren atau santri Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman.


“Nantinya para santri juga akan diberikan Kartu Pesantren Industri dengan nama Kartu Santri Nurul Iman yakni kartu pintar yang multi fungsi. Dengan sistem ini para santri akan dipermudah dalam bertransaksi belanja di toko ataupun koperasi pesantren untuk memenuhi segala kebutuhannya,” jelasnya.


Tak hanya itu, Kartu Pesantren Industri ini juga bisa digunakan sebagai kartu tabungan, kartu identitas juga sebagai kartu absensi santri. 


“Tentunya, dengan sistem ini maka keamanan santri dalam bertransaksi akan terjaga dan transparan serta akan mempermudah dalam mengelola sistem pendataan database di pesantren,” papar Gati.


Gati mengatakan dengan menggunakan aplikasi ini, maka rotasi uang dan keuntungan akan digunakan untuk membantu biaya operasional pesantren seperti pembayaran listrik, kesehatan santri, operasional pendidikan, pengembangan industri dan wirausaha, serta kebutuhan pesantren  lainnya.


Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman adalah yang pertama menerapkan aplikasi ini, mengingat terdapat 31 unit usaha yang bergerak di dalam pesantren.


Gati berharap, Fintech mampu mendorong keuletan para santri sehingga kewirausahaan di dalam pesantren terus berjalan dan ketika lulus, santri tersebut mampu menjadi seorang wirausaha yang andal.



Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar