Menhub ajak 150 investor Saudi tanam modal di Mandalika

Menhub ajak 150 investor Saudi tanam modal di Mandalika

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Dengan mereka hadir dan konektivitas penerbangan jadi banyak, memungkinkan teman-teman dari Arab Saudi berwisata di Toba, Borobudur dan lainnya. Secara khsusus memang kita punya konsep untuk investor Arab di Lombok, di Mandalika
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menawarkan pengembangan Bandara Internasional Lombok dan Kawasan Wisata Mandalika kepada 150 investor Arab Saudi.

Usai Konferensi Investor Properti Saudi-Indonesia di Jakarta, Senin, Budi menyebut kerja sama Indonesia dan Arab Saudi sudah terjalin sejak lama dengan penerbangan haji dan umroh yang tidak pernah sepi sehingga memudahkan untuk membangun iklim investasi yang baik di Indonesia.

"Memungkinkan saudara kita dari Arab Saudi untuk berinvestasi, berliburan dan tinggal di Indonesia karena dengan adanya perasaan atau kedekatan ini properti akan tumbuh, akan bisa dibangun," kata Budi.

Ia mengaku telah berbicara dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang menyatakan minat investor Saudi terhadap wisata Mandalika di Lombok.

"Saya nanti akan minta waktu secara khusus kepada duta besar, selain saya ingin mendukung dari Pak Duta Besar yang tertarik pada Mandalaika karena dia bilang bagus sekali. Saya juga akan minta supaya ruang udara kita ditambah supaya kuotanya ditambah," kata Budi.

Budi menambahkan pemerintah telah mengembangkan empat wisata sebagai "Bali baru", yaitu Toba di Sumatera Utara, Yogyakarta, Lombok dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

Menurut dia, selain memiliki potensi bagus untuk dikembangkan, harga tanahnya masih relatif murah sehingga akan memberikan hasil yang baik bagi investor.

"Dengan mereka hadir dan konektivitas penerbangan jadi banyak, memungkinkan teman-teman dari Arab Saudi berwisata di Toba, Borobudur dan lainnya. Secara khsusus memang kita punya konsep untuk investor Arab di Lombok, di Mandalika," kata Budi.

Budi menuturkan bentuk pengelolaanya bisa didahului lewat kerja sama konsesi untuk Bandara Internasional Lombok.

"Kita berikan kesempatan investor di bandara, artinya kita bisa kerja sama konsesi pada waktu tertentu untuk bandara dan dengan itu mereka memiliki suatu keterikatan karena kita juga akan kembangkan juga tempatnya," katanya.

Budi menyebut angka Rp5-10 triliun untuk potensi investasi Bandara Internasional Lombok dan Mandalika.

Ketua Asosiasi Investor Arab Saudi di Indonesia Habab Alhanaya mengaku harus memanfaatkan potensi-potensi investasi di Indonesia.

"Insya Allah dalam waktu mendatang kita akan memperluas segmentasi dari pada acara-acara, seperti ini bukan hanya `real estate` saja tapi bidang pariwisata atau sektor lainnya," kata Habab.

Dia mengatakan akan menanamkan modala di Lombok seperti yang disarankan Menhub.

"Ada proyek sekarang, kita akan memperesentasikan dari Lombok. `Real estate` baik dalam perhotelan maupun perumahan," kata.

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kehadiran rumah sakit bertaraf internasional dukung pariwisata medis NTB

Komentar