Wimboh Santoso terpilih sebagai ketua Masyarakat Ekonomi Syariah 2017-2020

Wimboh Santoso terpilih sebagai ketua Masyarakat Ekonomi Syariah 2017-2020

Wimboh Santoso . (ANTARA /Hafidz Mubarak A)

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso terpilih sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2017-2020.

Pengangkatan dan penetapan Wimboh Santoso dilakukan melalui penyerahan resmi Surat Keputusan MES yang disampaikan Ketua Dewan Pembina MES KH. Ma'ruf Amin di Jakarta, Senin.

MES merupakan wadah organisasi yang bertujuan menjadi acuan dan diikuti sebagai teladan bagi usaha percepatan pengembangan dan penerapan sistem ekonomi dan etika bisnis Islami di Indonesia.

Organisasi yang mempunyai visi untuk menjadi wadah penghimpun seluruh sumber daya dan membangun sinergi guna mempercepat penerapan ekonomi syariah ini bersifat mandiri dan bukan menjadi bagian dari pemerintah serta organisasi politik.

MES juga diharapkan menjadi wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi dalam rangka membentuk iklim ekonomi yang sesuai syariah serta memelihara persatuan dan kesatuan dari pemangku kepentingan ekonomi syariah.

Tujuan MES lainnya adalah mengusung misi untuk mewujudkan silaturahmi di antara pelaku-pelaku ekonomi serta perorangan dan lembaga yang berkaitan dengan ekonomi syari?ah.

Kemudian, membangun kemitraan antara perorangan dan lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan ekonomi syariah serta mendorong pengembangan aktivitas ekonomi syariah sehingga menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam kegiatan investasi maupun pembiayaan.

Saat ini, kinerja industri keuangan syariah tumbuh semakin positif seiring dengan peningkatan aset perbankan syariah, IKNB Syariah serta pasar modal syariah.

Aset perbankan syariah hingga November 2017 tercatat tumbuh 11,09 persen (ytd) dengan nilai pembiayaan sebesar 10,66 persen (ytd). Selain itu, aset IKNB syariah tumbuh 11,19 persen (ytd).

Sukuk Korporasi dan Reksa Dana Syariah juga tercatat masing-masing meningkat sebesar 34,18 persen (ytd) dan 65,33 persen (ytd).

Meski demikian, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2016, indeks literasi keuangan syariah mencapai 8,11 persen, yang berarti dari setiap 100 orang, baru delapan orang yang memahami sektor jasa keuangan syariah.

Sedangkan tingkat inklusi atau masyarakat yang menggunakan keuangan syariah untuk pembiayaan mencapai 11,06 persen, yang berarti dari 100 masyarakat Indonesia hanya 11 orang yang menggunakan transaksi keuangan di sektor keuangan syariah.

MES bekerjasama dengan otoritas terkait seperti OJK dan Bank Indonesia terus berupaya untuk mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional.

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar