Bandung (ANTARA News) - Persib Bandung berhasil mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 1-0 di grup A dalam laga pembuka Piala Presiden 2018 yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jabar, Selasa.

Gol Persib dicetak melalui kaki pemain asal Korea Selatan In-Kyun Oh di awal babak kedua tepatnya di menit ke-55. In-Kyun berhasil membobol gawang Teja Paku Alam melalui sepakan kaki kiri, usai memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Sriwijaya langsung berusaha untuk mendominasi pertandingan dengan langsung menekan pertahanan Persib.

Dalam 10 menit awal, Persib selalu dalam tekanan Sriwijaya. Bahkan, para pemain Maung Bandung seringkali melakukan kesalahan mendasar seperti umpan yang tidak sempurna atau mudahnya bola direbut para pemain Sriwijaya.

Di menit 14, Adam Alis sempat membuat lini pertahanan Persib kewalahan. Usai melewati beberapa pemain, ia sempat melepaskan tendangan namun masih menyamping di sisi kanan gawang M. Natsir.

Tak lama berselang, giliran Alberto Goncalves yang juga sempat mengancam gawang Persib. Dalam 30 menit sebelum waterbreak, Persib tetap tidak dapat keluar dari tekanan.

Absennya Febri Hariyadi sangat terasa dalam pertandingan kali ini. Sayap kiri yang biasanya milik Febri tak menemukan tusukan-tusukan yang biasa menjadi ciri khas Persib.

Pada babak pertama Persib hanya mampu menciptakan satu peluang dari kaki Ezechiel N`Douassel. Pemain jangkung ini mampu melewati dua palang pintu Sriwijaya, namun sepakannya menyamping tipis di gawang Teja Paku Alam. Hingga babak pertama skor tetap tidak berubah 0-0.

Usai turun minum, Persib mendapat kesempatan mencetak gol melalui tendangan bebas di depan kotak penalti. Essien yang menjadi algojo belum bisa memanfaatkan kesempatan tersebut.

Di menit ke-55, pemain Persib asal Korea Selatan, In-Kyun Oh membuat seluruh isi stadion bergemuruh. Memanfaatkan bola kemelut di depan gawang, In-Kyun berhasil mencocor bola melalui kaki kirinya. Persib sementara unggul 1-0 atas Sriwijaya FC.

Tertinggal satu gol, Sriwijaya mencoba meningkatkan intensitas serangan. Serangan selalu diawali dari kaki Adam Alis. Pemain mungil ini, acapkali membuat lini belakang Persib kewalahan. Bahkan, pemain belakang Persib terpaksa harus menjatuhkannya agar tidak leluasa mengobrak-abrik pertahanan.

Pada babak kedua, permainan Persib berbeda dibanding saat babak pertama. Kali ini, Persib hampir mendominasi jalannya pertandingan. Sriwijaya FC nampak hanya mengandalkan serangan balik melalui Adam Alis maupun Konate Makan.

Rapatnya lini pertahanan Persib, membuat penyerang Sriwijaya yang dikomandoi Goncalves tidak bisa berbuat banyak. Bola selalu mental di kaki Ahmad Jufriyanto dan kawan-kawan.

Defisit satu gol memaksa pelatih Rahmad Darmawan memasukkan tenaga baru, Yogi Rahadian, Alfin Tuasalamonyi, dan Patrich Wanggai dimasukan untuk menambah daya gedor. Sementara di kubu tuan Rumah, Airlangga Sucipto, Hariono, dan Indra Mustafa dimasukan Mario Gomez.

Menit ke-87, Persib memiliki peluang emas menggandakan keunggulan melalui tendangan bebas Supardi, namun bola membentur tiang gawang.

Hingga pertandingan berakhir, skor tetap tidak berubah 1-0 untuk keunggulan Persib. Dengan hasil ini, Rahmad Darmawan tetap tidak bisa memutus tren negatif tidak pernah menang dari klub yang dilatih Mario Gomez. 

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2018