Kawan seiring samakan Donald Trump dengan Stalin

Kawan seiring samakan Donald Trump dengan Stalin

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)

Washington (ANTARA News) - Senator Jeff Flake mengkritik keras Presiden Donald Trump atas serangan dia terhadap media dengan menyamakan presiden yang sama-sama berasal dari Partai Republik itu dengan diktator Uni Soviet Josef Stalin. Flake menyebut Trump memicu otoriterian abad modern.

Flake menegur Trump karena menyebut pers "musuh rakyat" yang mengulangi lagi sebutan Gedung Putih untuk "media palsu" dan "fakta alternatif" yang ditiru beberapa pemimpin seperti Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Stalin, yang memimpin Uni Soviet dari pertengahan 1920-an sampai meninggal dunia pada 1953, mengeluarkan frasa "musuh rakyat" kepada mereka yang disebutnya ingin menghancurleburkan dia.

Cara Trump mengadopsi frase dari Stalin itu sangat memalukan, kata Flake.

Flake (55) adalah politisi Republik yang konservatif dari Arizona yang kerap menyerang Trump. Oktober tahun lalu dia menyatakan tak akan lagi turut dalam Pemilu. Masa jabatan dia berakhir pada Januari 2019.

"Tidak hanya tahun lalu kita menyaksikan seorang presiden Amerika membeli bahasa despotis yang merujuk kepada pers bebas, tetapi kalimat dia malah menginspirasi para diktator dan otoriter. Ini tercela," serang Flake di sidang Senat.

Februari tahun lalu  Trump mencuit "Media BERITA PALSU (si rusak @nytimes, @NBCNews, @ABC, @CBS, @CNN) bukanlah musuh saya, mereka musuh rakyat Amerika!".

Pada bulan yang sama, Assad menggunakan istilah "berita palsu" untuk menampik tuduhan pelanggaran HAM di sebuah penjara militer.  Di Fliipina, Selasa minggu ini Duterte juga menggunakan kata "berita palsu" untuk mereka yang berusaha mengkritik pemerintahannya.

Flake adalah politisi Republik yang pernah menyebut Trump "sembrono, keterlaluan, dan tidak bermartabat".  Sebaliknya Trump pernah mengejek Flake bahwa sang senator mundur dari Pemilu Sela karena yakin akan kalah.


Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar