Purwokerto (ANTARA News) - Kereta Api 2614F Gamao Tanker yang anjlok di emplesemen Stasiun Notog tidak mengganggu distribusi bahan bakar minyak, kata Communication and Relations Officer Pertamina Marketing Region IV Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta Muslim Darmawan.

"KA 2614F Gamao Tanker atau rail tank wagon (RTW) yang anjlok itu dalam keadaan kosong dan hendak mengambil muatan di Terminal BBM Maos, Kabupaten Cilacap," katanya saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.

Bahkan, kata dia, KA 2614F itu sudah berada di TBBM Maos dan saat sekarang sedang melakukan pengisian BBM yang akan dibawa ke TBBM Tegal.

Dalam hal ini, gerbong ketel yang anjlok untuk sementara ditinggal di Stasiun Notog sedangkan gerbong ketel lainnya tetap melanjutkan perjalanan ke Maos.

"Kami berusaha mencari solusi terbaik agar distribusi BBM tidak terganggu," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko mengatakan gerbong ketel yang mengalami anjlok itu telah dievakuasi dan saat sekarang telah diamankan di emplasemen Stasiun Notog untuk keperluan penyelidikan.

Menurut dia, KA 2614F Gamao Tanker atau yang biasa disebut RTW itu membawa rangkaian reguler sebanyak 16 gerbong ketel, sedangkan yang anjlok berada pada urutan ketujuh.

"Gerbong yang anjlok itu ditinggal dan diamankan di Stasiun Notog karena akan diselidiki penyebab anjloknya. Sementara gerbong-gerbong ketel lainnya yang tidak anjlok tetap melanjutkan perjalanan," katanya.

Seperti diwartakan, KA 2614F Gamao Tanker atau RTW relasi Tegal-Maos dilaporkan mengalami anjlok empat as gerbong ketel nomor 3065101 di KM 358+6/7 emplasemen Stasiun Notog, Kabupaten Banyumas, pada hari Kamis (18/1), pukul 00.52 WIB.

Gerbong yang anjlok itu berhasil dievakuasi petugas pada 06.10 WIB setelah PT KAI Daop 5 Purwokerto mengirimkan gerbong penolong berisi peralatan untuk mengangkat gerbong yang anjlok.

Akibat kejadian tersebut, perjalanan sejumlah kereta api di lintas Purwokerto-Kroya mengalami keterlambatan.

"Atas nama PT KAI (Persero), saya memohon maaf kepada pelanggan kereta api sehingga pelayanan dan kenyamanan perjalanan menjadi terganggu atau tidak tepat waktu," kata Ixfan.

Sesuai dengan standar pelayanan, jika kelambatan KA mencapai lebih dari 3 jam, lanjut dia, para pelanggan akan mendapatkan service recovery.

Selanjutnya, kepada para pelanggan yang nantinya tidak berkenan naik di stasiun keberangkatan pada KA yang telah terlambat, pihaknya mempersilakan untuk membatalkan perjalanannya.

"Biaya tiket akan dikembalikan 100 persen," katanya.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2018