Gregoria maksimalkan persiapan jelang Indonesia Masters 2018

Gregoria maksimalkan persiapan jelang Indonesia Masters 2018

Arsip - Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung tersungkur saat berusaha mengembalikan kok dari Pebulutangkis Tiongkok, Han Yue pada partai kedua babak perempat final BWF World Junior Championship (WJC) 2017 di GOR Amongrogo, DI Yogyakarta, Kamis (12/10/2017). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Jakarta (ANTARA News) - Pebulutangkis Gregoria Mariska Tunjung yang kini menjadi harapan baru di nomor tunggal putri, memaksimalkan persiapannya menjelang turnamen Indonesia Masters 2018.

Berdasarkan keterangan dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang diterima di Jakarta, Kamis malam, Gregoria yang musti merangkak dari babak kualifikasi, melahap porsi latihan ekstra demi mencapai hasil sebaik mungkin.

"Persiapan saya jelang kejuaraan ini cukup bagus. Sepulang dari Thailand Masters 2018, saya dipersiapkan pelatih untuk kejuaraan ini. Mungkin saya tinggal perlu penyesuaian lapangan, kan susana Istora baru lagi. Saya juga harus jaga kondisi jangan sampai sakit," kata pemain kelahiran Wonogiri, 11 Agustus 1999 ini.

Di tengah prestasi tunggal putri kelas utama yang belum menggembirakan, capaian Gregoria tentunya membawa angin segar, terutama seusai dia merebut titel bergengsi sebagai Juara Dunia Junior 2017. Tak heran jika ia mulai ditarget untuk menanjak di level senior.

Disebutkan oleh Gregoria, ia kini tengah mencoba untuk tampil lebih stabil, khususnya turnamen internasional di level senior, dan mendapatkan gelar paling bergengsi di kelas junior tak serta merta membuatnya puas.

Di laga kualifikasi pertama Gregoria akan meladeni wakil Denmark, Sofie Holmboe Dahl. Jika lolos, Gregoria akan bertemu dengan pemenang duel Delphine Lansac (Perancis) kontra Line Hojmark Kjaersfeldt (Denmark).

"Hasil undiannya cukup lumayan, saya punya peluang ke babak utama. Saya sudah pernah menang melawan Dahl, jadi saya sudah punya gambaran tentang pertandingan nanti melawan dia," ujar Gregoria.

Gregoria menyebutkan untuk target dia pribadi, bukan hanya gelar di level junior saja, tapi di level senior juga. Akan tetapi dia tidak mau terbebani dengan peraihan gelar junior itu.

"Harusnya malah termotivasi, berarti saya punya modal untuk terjun ke kelas senior. Mudah-mudahan saya lebih banyak prestasi di kelas senior," tuturnya.

Dikabarkan, Gregoria dan sejumlah pemain putri menjalani uji coba empat lapangan di Gedung Istana Olahraga (Istora) Senayan pada Rabu (17/1).

Dalam kesempatan tersebut, para pemain seperti Dinar Dyah Ayustine, Panji Ahmad Maulana, Firman Abdul Kholik serta para pemain ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris dan Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco juga ikut mencoba Istora yang baru saja selesai direnovasi.

"Lapangannya cukup berangin. Katanya nanti akan diatur lagi, mudah-mudahan akan berkurang anginnya. Pencahayaannya juga bagus dibanding kemarin lampunya agak kuning, sekarang kan putih, lebih terang," kata Gregoria.

"Rasanya seperti bukan di Istora, beda banget. Tentu bangga punya stadion seperti ini, sudah direnovasi jadi bagus sekali. Mudah-mudahan nanti stadion seperti ini tidak cuma ada di Jakarta saja, supaya pertandingan bulutangkis bisa tersebar di daerah-daerah lain," tuturnya.

Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar