counter

Pascainsiden balkon ambruk, akses Tower II BEI kembali dibuka

Pascainsiden balkon ambruk, akses Tower II BEI kembali dibuka

Pekerja memperhatikan kerusakan yang terjadi akibat ambruknya jembatan penghubung di dalam gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (15/1/2018). Sejumlah orang terluka akibat peristiwa tersebut. (ANTARA /Elo/Adm) ()

Jakarta (ANTARA News) - PT First Jakarta International selaku pemilik dan PT Cushman & Wakefield sebagai pengelola gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan akan kembali membuka akses publik menuju tower II pasca-insiden ambruknya balkon yang melukai lebih dari 70 orang pada Senin (15/1).

Akses menuju tower II akan dibuka pada Rabu (24/1) besok setelah pihak manajemen melakukan berbagai tindakan penting dalam pemulihan operasional gedung, yaitu menyelesaikan inspeksi sistem bangunan penting dengan persetujuan dari para konsultan eksternal terkait.

Selain itu, sebagai langkah pencegahan, seluruh struktur mezzanine di area lobi telah dilengkapi dengan dukungan struktural tambahan.

"Akses publik ke Tower II akan dibuka kembali pada Rabu 24 Januari 2018 agar para penghuni gedung dapat melanjutkan operasional bisnis mereka," ujar Direktur Manajemen Properti & Fasilitas PT Cushman & Wakefield Indonesia Farida Riyadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Untuk memastikan kelanjutan dari operasional bisnis, telah disediakan koridor akses yang aman di lantai dasar tower yang terkena dampak dari insiden. Selain itu, akses masuk dan pemeriksaan keamanan dari Tower II telah direlokasi ke aula utama gedung.

Lebih lanjut, pemilik dan pengelola gedung juga menyatakan akan berupaya memberikan bantuan perawatan medis kepada korban terluka, termasuk keperluan-keperluan pasca perawatan serta dukungan logistik bagi keluarga.

"Seluruh keluarga besar manajemen PT First Jakarta International, pemilik Gedung Bursa Efek Indonesia dan PT Cushman & Wakefield Indonesia, pengelola Gedung BEI menyampaikan turut prihatin sedalam-dalamnya atas kejadian musibah yang terjadi di Gedung Tower II BEI pada Senin, 15 Januari 2018," kata Direktur PT First Jakarta International Yoseph Aribawa, Selasa.

"Kami berkomitmen untuk memfasilitasi perawatan medis dari korban terluka. Kami juga terus bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan. Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk keamanan dan kelancaran dari pemulihan operasional dari fasilitas gedung serta seluruh layanannya,” katanya.

Adapun fokus dan prioritas utama pemilik dan pengelola gedung saat ini adalah memastikan keamanan dan keselamatan seluruh individu, para penghuni gedung, pekerja, dan pengunjung yang berada di area fasilitas gedung.

(Baca: Polri: Penyelidikan Tower II BEI selesai)


Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Investor harap instrumen baru SBK beri keuntungan lebih

Komentar