Rp600 miliar uang lusuh dimusnahkan

Rp600 miliar uang lusuh dimusnahkan

Dokumentasi petugas memusnahkan uang rusak di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Jawa Tengah, Kamis (8/6/2017). (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Ternate, Maluku Utara (ANTARA News) - Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku Utara, pada 2017 memusnahkan uang lusuh dan tidak layak edar sebesar Rp 600 miliar atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Memang ada peningkatan karena tahun lalu hanya berkisar Rp550 miliar atau meningkat sebesar Rp50 miliar," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Dwi Waluyanto, di Ternate, Kamis.

"Kalau jumlah uang beredar di Malut dari tahun ke tahun terus meningkat sekitar 10 sampai 15 persen, apalagi ditambah uang elektronik dan pembayaran yang tidak lagi menggunakan uang kes atau tunai, yang menandakan perekonomian di Maluku Utara perlahan tapi pasti meningkat," ujarnya.

Akan tetapi, kata dia, pemusnahan uang pada 2017 itu tidak termasuk uang logam dan untuk uang logam yang tidak layak edar. Uang-uang logam tidak layak edar itu dikumpulkan kemudian dikirimkan ke Jakarta untuk diolah lagi menjadi uang logam yang baru.

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Biayai defisit fiskal, Bank Indonesia beli Surat Utang Negara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar