Angin kencang melanda Cilacap dan Banyumas

Angin kencang melanda Cilacap dan Banyumas

Dokumenasi - Seorang warga melintasi rumah yang tertimpa pohon Kelapa, akibat angin kencang yang melanda Desa Kelapa Gading, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (12/1/2018). (ANTARA /Idhad Zakaria)

Cilacap (ANTARA News) - Angin kencang melanda wilayah pesisir selatan Kabupaten Cilacap dan Banyumas bagian selatan pada Jumat (26/1) malam, kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo.

"Berdasarkan analisis sementara, kecepatan angin yang tercatat di Stasiun Meteorologi Cilacap maksimum 32 knot atau sekitar 62 kilometer per jam, sedangkan di Pos Pengamatan Bandara Tunggul Wulung mencapai 39 knot atau 78 kilometer per jam," katanya di Cilacap, Sabtu.

Menurut dia, angin kencang tersebut berdampak pada kejadian pohon tumbang dan atap rumah beterbangan terbawa angin di sejumlah wilayah Cilacap dan Banyumas.

Ia mengatakan salah satu penyebab terjadinya angin kencang, yakni adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.

Dalam hal ini, tekanan udara di belahan bumi utara tercatat sebesar 1.032 milibar, sedangkan di belahan bumi selatan sebesar 999 milibar yang berlokasi di sekitar Australia bagian utara.

"Angin bertiup dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan ini memicu terjadinya angin kencang di wilayah pesisir selatan Cilacap dan Banyumas bagian selatan," jelasnya.

Teguh mengatakan jika dilihat dari penyebabnya dan dari luasan cakupan yang terdampak lebih luas, angin yang terjadi pada Jumat (26/1) malam bukan dikategorikan sebagai angin puting beliung melainkan angin kencang yang cenderung ekstrem.

Menurut dia, kondisi seperti itu diprediksi akan berlangsung hingga satu atau dua hari ke depan dengan puncak angin kencang diprakirakan sudah terjadi Jumat (26/1) malam

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan jangan percaya pada berita yang menyesatkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Martono mengatakan pihaknya masih mendata kerusakan akibat angin kencang yang terjadi pada Jumat (26/1) malam.

"Berdasarkan pendataan sementara, beberapa wilayah dilaporkan terkena dampak kejadian angin kencang, antara lain pohon tumbang di Jalan Gatot Subroto dan Jalan MT Haryono, Cilacap, serta di Jalan Jenderal Soedirman, Kroya," katanya

Ia mengatakan pohon tumbang dilaporkan menimpa rumah warga dan jaringan listrik di Desa Patimuan, pohon tumbang menimpa jaringan listrik di Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten.

Selain itu, kata dia, pohon sawo tumbang menimpa rumah warga di Desa Glempang, Kecamatan Maos.

"Kerugian masih dalam penghitungan dan listrik di sebagian besar padam," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas Ady Candra mengatakan berdasarkan laporan sementara, angin kencang melanda Desa Karanggedang, Kecamatan Sumpiuh.

"Kami bersama BPBD Cilacap dan sukarelawan lainnya telah melakukan penanganan darurat di Desa Karanggedang," katanya.

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar