Dubes AS tertarik pelajari sejarah Konferensi Asia Afrika

Dubes AS tertarik pelajari sejarah Konferensi Asia Afrika

Dubes Amerika untuk Indonesia Joseph R. Donovan (ANTARA /Wahyu Putro A)

Bandung (ANTARA News) - Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan tertarik dengan museum Konferensi Asia Afrika yang ada di Bandung dan ingin mempelajari sejarah KAA, konferensi yang telah melahirkan dokumen Dasa Sila Bandung.

Dubes Donovan dan istri disela kunjungan kerjanya di Bandung, Sabtu menyempatkan diri berkunjung ke Museum KAA dan sangat tertarik mempelajari sejarah KAA, demikian Kepala MKAA Bandung Meinarti Fauzi kepada Antara Minggu.

Dalam kunjungan berlangsung sekitar satu jam itu sejumlah pertanyaan dilontarkan, seperti Pulau Ende di Flores tempat Bung Karno menjalani masa pengasingan pada masa perintisan kemerdekaan. Kemudian, potongan koleksi surat kabar asal Amerika Serikat yang terbit 63 tahun silam yang menyajikan kepala berita soal KAA menarik perhatiannya.

"I was deeply impressed with our tour in the Museum today. Bandung played surely an important role of the formation of the Non-Aligned Movement," ujar Dubes Donovan di penghujung tur museum.

Dubes Donovan mengapresiasi tur museum itu yang dipandu Edukator Museum KAA, Desmond S. Andrian, "I am deeply grateful to Pak Desmond for sharing his knowledge and spirit!"

Dalam kunjungan itu, turut serta pula tak kurang dari 10 alumni program pertukaran mahasiswa Amerika Serikat-Indonesia asal Kota Bandung.

Bersama Dubes Donovan mereka mengikuti tur museum menapak tilas sejarah kelahiran Semangat Bandung hingga Ruang Utama Gedung Merdeka tempat berlangsungnya peristiwa KAA yang pertama.

Dubes Donovan antusias ketika memperoleh penjelasan dari edukator mkaa mengenai latar belakang diadakannya KAA tahun 1955, negara dan tokoh-tokoh yang terlibat, dan hasil konferensi yang melahirkan dokumen Dasa Sila Bandung.

Museum KAA adalah salah satu aset diplomasi yang dikelola Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI.

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar