Indonesia gandeng distributor Amerika promosikan produk mamin

Indonesia gandeng distributor Amerika promosikan produk mamin

Ilustrasi - Pembeli memilih makanan dan minuman di salah satu pusat perbelanjaan di Tangerang, Banten, Kamis (17/7). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia menggandeng distributor skala besar produk makanan minuman asal Amerika Serikat untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri dan turut serta dalam Winter Fancy Food Show (WFFS) di Moscone Center, San Fransisco, Amerika Serikat.

Dalam pameran tersebut, Indonesia menggandeng Khong Guan USA Corp (KGC) yang merupakan salah satu distributor terkemuka produk makanan minuman Asia. KGC melakukan kurasi produk yang ditampilkan di paviliun Indonesia dan memberikan masukan kepada peserta dari Indonesia.

"KGC memberikan panduan terkait beberapa produk yang dianggap siap untuk pasar AS, terutama produk yang cocok untuk masuk dalam daftar distribusi produk mamin KGC," kata Koordinator Ekonomi Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Fransisco, Hanggiro Setiabudi, dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin.

Pada umumnya, produk Indonesia yang ditampilkan pada umumnya telah siap untuk memasuki pasar AS. Namun demikian, beberapa produk masih perlu disesuaikan dengan ketentuan dan selera pasar AS, baik dalam hal kemasan maupun komposisi bahan agar diterima pasar AS.

KGC telah memasok pasar Amerika Utara dan mengimpor lebih dari 2.000 produk dari 11 negara di Asia. Selain itu, KGC juga telah memasok secara terus menerus ke berbagai supermarket dan jaringan ritel besar di AS, seperti Kroger, Walmart, Target, Walgreen, Cost Plus, Ralph, dan Safeway.

Pada keikutsertaan kali ini, paviliun Indonesia menghadirkan empat perusahaan asal Indonesia yang menampilkan berbagai varian produk makanan organik dan makanan olahan, seperti berbagai bumbu rempah organik, teh premium, kopi premium, gula kelapa, minuman air kelapa, makanan ringan serta berbagai bahan untuk pembuatan roti.

"Pameran WFFS selalu menjadi pilihan bagi produsen makanan untuk meluncurkan berbagai produk terbaru. Pameran ini juga menjadi tempat para buyer dan distributor memilih produk baru yang akan mereka jual, baik untuk grosir maupun ritel," tambah Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles, Antonius A. Budiman.

Pameran WFFS kali ini, diikuti sekitar 1.400 peserta dari 20 negara dan dihadiri sekitar 30.000 pengunjung. Peserta pameran terdiri dari pelaku industri terkemuka dalam bidang makanan, restoran, dan katering seperti Wholefood, Kroger, Formaggio Kitchen, Starbucks, Trade Joe?s, UNFI, KeHE, dan Southern Season, serta sejumlah jaringan hotel.

Total nilai pasar makanan premium di AS pada tahun 2016 sebesar 127,4 juta dolar AS dengan peningkatan sekitar 15 persen dari tahun sebelumnya. Produk utama makanan premium yang dikonsumsi masyarakat AS antara lain adalah keju dan keju nabati, daging sapi, unggas dan hasil laut.

Impor Amerika dari dunia untuk produk kopi, teh, dan rempah-rempah mencapai 7,1 miliar dolar AS pada periode Januari-Oktober 2017, atau meningkat 11,32 persen dari periode yang sama tahun 2016.

Saat ini, Indonesia menduduki peringkat ke-5 negara asal impor kopi, teh, dan rempah di AS dengan pangsa pasar 6,85 persen atau senilai 486,2 juta dolar AS untuk periode tersebut. Jumlah tersebut meningkat 14,62 persen dari periode yang sama tahun 2016.

Sementara itu, impor AS untuk produk roti, kue, biskuit, dan jenis roti lainnya, selama periode Januari?Oktober 2017 sebesar empat miliar dolar AS, atau naik sebesar 9,74 persen dari periode yang sama di tahun 2016. Indonesia mengekspor kurang lebih 23 juta dolar AS.

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Melihat inovasi dan tren terbaru di industri makanan-minuman

Komentar