Wisata olahraga diharapkan dongkrak promosi Bali

Wisata olahraga diharapkan dongkrak promosi Bali

Ilustrasi - BTN Tour de Borobudur XVII di Magelang Jawa Tengah, Minggu (12/11/2017). (ANTARA /Andreas Fitri Atmoko)

Denpasar (ANTARA News) - Wisata minat khusus dengan segmentasi olahraga seperti bersepeda diharapkan mampu mendongkrak promosi langsung teradap pariwisata Bali, karena wisatawan akan berkesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat di lingkungan destinasi wisata, demikian disampaikan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar, Bali.

"Kami dukung pariwisata olahraga karena ini mendatangkan wisatawan dengan cepat dan jumlah yang banyak," kata Ketua PHRI Denpasar Ida Bagus Gede Sidharta Putra di Denpasar, Sabtu.

Menurut pria yang akrab disapa Gusde itu wisata minat khusus selain berdampak langsung kepada pelaku pariwisata juga pelaku usaha kecil menengah dan masyarakat.

Gusde yang juga selaku Ketua Yayasan Pengembangan Sanur itu mengatakan Bali kembali terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan kejuaraan balap sepeda internasional Gran Fando New York (GFNY) yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu di Sanur, Denpasar.

Adanya kejuaraan internasional diharapkan menjadi angin segar bagi pariwisata Bali yang dalam pemulihan setelah erupsi Gunung Agung beberapa waktu lalu.

Selain berolahraga, lanjut dia, wisatawan yang menjadi peserta kejuaraan itu juga akan berwisata ke sejumlah destinasi menarik selama mereka berada di Bali.

Gusde menambahkan GFNY rencananya diikuti sekitar 1.500 orang peserta dari 33 negara dengan mengambil tempat di Jalan By Pass Sanur di dekat KFC pukul 05.00 WITA.

Rute yang ditempuh yakni Sanur, Gianyar, Klungkung, Karangasem, Bangli dan kembali ke Sanur.

Dalam laman GFNY disebutkan rute terpanjang yang dilewati mencapai 142 kilometer dan 2,1 kilometer jalan menanjak dan untuk rute jarak pendek yakni 82 kilometer dengan jalan menanjak kurang dari satu kilometer.

Sepanjang rute, para perserta akan menyusuri jalan dengan pemandangan pantai, hutan tropis, pura dan jalur perdesaan khas Bali.

Pewarta: Dewa Wiguna
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Menyulap lahan tidur jadi sarana olahraga ekstrem

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar