Jakarta (ANTARA News) -  Fibromyalgia seperti yang penyanyi Lady Gaga derita merupakan salah satu penyakit yang sering melemahkan kondisi penderitanya, menurut Dr. Roland Staud, profesor kedokteran di University of Florida Centre for Musculoskeletal Pain Research.


Apa itu fibromyalgia?

"Fibromyalgia adalah gangguan pengolahan sensoris yang tidak teratur. Sinyal dalam tubuh, terutama sinyal rasa sakit, meningkat sampai tingkat yang luas. Rasa sakit yang dihasilkan umumnya mempengaruhi jaringan dalam - seperti otot, ligamen dan sendi - dan sering disertai gejala lain termasuk kelelahan, masalah tidur dan gangguan berpikir," papar Staud.

Staud mengatakan, kondisi ini berkaitan dengan kejadian stres atau traumatis, luka berulang dan penyakit tertentu. Sejumlah ahli meyakini penyakit ini melibatkan gen sehingga dapat terjadi dalam keluarga, serta mempengaruhi seberapa kuat reaksi orang terhadap rasa sakit.

 
Siapa yang berisiko?

Siapa pun bisa mengalami fibromyalgia, namun 80-90 persen adalah wanita dewasa - berusia paruh baya.

Tidak ada tes untuk membuktikan seseorang memiliki fibromyalgia atau tidak, jadi dokter terlebih dahulu harus menyingkirkan kondisi lain yang bisa menyebabkan gejala.

Dulu, seseorang bisa didiagnosis menderita fibromyalgia jika mereka memenuhi kriteria untuk sejumlah area yang menyakitkan atau lembut di tubuh.

"Itu dulu. Sekarang diagnosisnya tidak hanya didasarkan pada kelainan rasa sakit, tapi juga kelainan ingatan dan tidur juga," kata Staud.


Perlu dirawat?

Rawat inap biasanya tidak diperlukan. Staud menekankan bahwa rasa sakit fibromyalgia bukanlah sesuatu yang mengharuskan penderitanya di rawat di unit gawat darurat.

"Sebenarnya tidak ada terapi teruji untuk kondisi ini. Sebagai gantinya, pasien harus bekerja sama dengan dokter mereka untuk mengembangkan rencana perawatan jangka panjang untuk mengatasi rasa sakit mereka," papar dia.


Pengobatannya?

Saat ini ada tiga pengobatan yang disetujui untuk mengobati nyeri fibromyalgia. Terapi perilaku kognitif bisa menjadi salah satunya, karena dapat membantu orang belajar merespons secara berbeda terhadap sensasi rasa sakit dan situasi yang penuh tekanan.

Selain itu, modifikasi gaya hidup - seperti beristirahat dari jadwal yang sibuk - juga penting.

"Cukup tidur sangat penting, asupan nutrisi yang tepat dan mendapatkan intensitas cahaya, latihan aerobik beberapa kali per minggu. Penting juga untuk mengurangi kejadian stres, karena kecemasan adalah masalah yang konsisten pada pasien fibromyalgia yang tampaknya membuat gejala menjadi lebih buruk," kata Staud.

Kabar baiknya, kata Staud, banyak orang dengan fibromyalgia berhasil mengendalikan gejala mereka.

"Mereka mungkin harus mengubah perilaku mereka sedikit demi sedikit. Tapi dengan pengobatan dan terapi yang tepat, banyak orang bisa menjalani kehidupan yang relatif normal," tutur dia seperti dilansir Time.

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018