counter

Bayi meninggal diduga dianiaya, warga curiga pelakuknya sang ibu

Bayi meninggal diduga dianiaya, warga curiga pelakuknya sang ibu

ilustrasi stop kekerasan terhadap anak (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Bekasi (ANTARA News) - Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Jawa Barat, tengah menyelidiki dugaan penganiayaan yang menyebabkan seorang balita bernama Winda Wulansari (1,5 tahun) tewas, Minggu pagi.

"Kami masih menyelidiki dugaan kasus ini. Laporannya sudah kita terima," kata Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto di Bekasi.

Kasus tersebut dilaporkan terjadi di Jalan Plebesit RT01/04, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, yang merupakan rumah korban.

Sejak kabar meninggalnya Winda meluas ke lingkungan sekitar, sejumlah warga menuding sang ibu kandung berinisial SK (27) sebagai pelakunya.

Tudingan tersebut bukan tanpa alasan karena menurut ZT (46), ia melihat sejumlah luka lebam pada jasad korban saat disemayamkan pukul 09.00 WIB.

"Kami curiga dengan kematian korban saat melihat kondisi tubuhnya banyak luka lebam di bagian paha kanan dan kiri, lengan kanan dan kiri, serta wajahnya. Makanya, kami lapor polisi untuk menyelidikinya," katanya.

Atas kecurigaan itu, sejumlah warga setempat berinisiatif melaporkan kasusnya ke Mapolsek Bekasi Timur.

Kecurigaan warga diperkuat ketika ayah korban, Angga Irawan (24), dan istrinya meminta warga untuk tidak melaporkan kasus ini kepada polisi.

"Namun, kami ingin kasus ini tetap diselidiki polisi, karena ada dugaan kalau korban meninggal karena dianiaya orang tuanya. Bahkan, tadi juga warga tidak ada yang mau menguburkan korban sebelum kasus ini diselidiki oleh polisi," katanya.

Sementara itu, petugas dari polsek Bekasi Timur dan Polres Metro Bekasi Kota datang ke lokasi guna melakukan proses identifikasi jasad korban, serta penyelidikan lainnya.

Namun pihak kepolisian belum mau mengungkapkan hasilnya sebelum keluar penyataan resmi dari tim medis Rumah Sakit Polri Keramatjati atas hasil visum dan outopsi.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar