Pemkot Denpasar undang penyandang disabilitas berwirausaha dalam Kube

Pemkot Denpasar undang penyandang disabilitas berwirausaha dalam Kube

Dokumentasi Sejumlah anak-anak penyandang disabilitas menggelar konser musik bertajuk Infinitum Magnificent Symphony di Solo, Jawa Tengah (ANTARA FOTO/Maulana Surya) ()

Denpasar (ANTARA News) - Pemerintah Kota Denpasar, Bali, membuka peluang berwirausaha bagi penyandang disabilitas dalam meningkatkan kehidupannya dengan pembentukan kelompok usaha bersama.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar IGA Rai Anom Suradi di Denpasar, Kamis, mengatakan pihaknya merangkul masyarakat penyandang disabilitas (tuli) untuk melakukan kegiatan penciptaan wirausaha baru tenaga kerja mandiri dengan pola pendampingan bagi tenaga kerja disabilitas, yakni pembentukan kelompok usaha bersama (Kube).

Ia mengatakan Kube tersebut meliputi usaha budi daya ikan lele dan pembentukan kelompok usaha pembuatan paving di Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara.

"Jumlah kelompok usaha tenaga kerja disabilitas yang dilakukan dengan proses pendampingan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi berjumlah 40 peserta. Yaitu 20 peserta budi daya ikan lele dan 20 pembuatan paving," ujarnya.

Menurut Anom Suradi semua itu diselenggarakan bertujuan untuk menyetarakan masyarakat disabilitas dengan masyarakat umum, sehingga mereka merasa dihargai dan tak didiskriminasi.

"Ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat penyandang disabilitas, sehingga kehidupan setara dengan masyarakat pada umumnya," ucapnya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai wujud nyata perhatian Pemerintah Kota Denpasar terhadap para penyandang disabilitas. Maka sebelum itu, pihaknya memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas ketrampilan para penyandang disabilitas.

"Dengan berbekalkan keterampilan tersebut, para penyandang disabilitas mampu membuka lapangan pekerjaan," ujarnya.

Anom Suradi menambahkan Pemerintah Kota Denpasar juga memberikan penampingan budi daya lele kepada 20 peserta di Peguyangan. Sedangkan sisanya membuat paving maupun budi daya jamur.

"Sarana dan prasarana untuk praktek langsung diberikan oleh pemerintah pusat. Sedangkan untuk pemasaran budi daya lele, paving dan jamur langsung dikirim ke toko swalayan, pasar, warung dan dibeli oleh para perangkat daerah pemkot," katanya.

Pewarta: I Komang Suparta
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ombudsman RI temukan potensi maladministrasi proses hukum penyandang disabilitas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar