Perkuat nuansa Pecinan, Yogyakarta merevitalisasi Ketandan

Perkuat nuansa Pecinan, Yogyakarta merevitalisasi Ketandan

Kumpulkan angpau Pemain Liong mengumpulkan angpau dari warga dan pemilik toko di kawasan Pecinan Pasar Gede, Jalan Suryopranoto, Solo, Jateng, Senin (6/2). Peringatan Cap Go Meh menutup dua minggu rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek di kelompok masyarakat keturunan Tionghoa di sekitar Solo itu. (FOTO ANTARA/Andika Betha) ()

 Yogyakarta (ANTARA News) - Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta pada 2018 akan melanjutkan program revitalisasi kawasan Ketandan yang sudah berjalan selama dua tahun untuk memperkuat nuansa Pecinan di kawasan tersebut.

"Revitalisasi kawasan tetap akan difokuskan pada fasad bangunan. Nanti akan ada tiga atau empat bangunan yang menjadi target revitalisasi," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Eko Suryo Maharso di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, revitalisasi fasad akan dilakukan dengan pengecatan muka bangunan, memperbaiki teras rumah termasuk mengganti kayu yang rusak hingga penggantian jendela agar sesuai dengan gaya arsitektur bangunan asli.

Dana yang digunakan untuk revitalisasi tetap akan menggunakan dana keistimewaan dengan alokasi anggaran sekitar Rp170 juta.

Bangunan di kawasan Ketandan, lanjut dia, biasanya memiliki gaya arsitektur yang khas yaitu gabungan arsitektur Tionghoa, Portugis, Belanda dan Jawa.

Pada revitalisasi tahap awal, bangunan yang dipilih sebagai objek revitalisasi adalah bangunan yang berada di dekat simpang jalan sehingga lebih mudah terlihat dan bisa difungsikan sebagai penanda kawasan.

"Yang sudah selesai ada di dekat simpang. Bahkan sudah banyak wisatawan yang menjadikan kawasan itu sebagai objek foto atau swafoto," katanya.

Program revitalisasi yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Eko, menggerakkan masyarakat di kawasan itu untuk ikut melakukan perbaikan hingga pengecatan secara mandiri dengan hasil yang cukup bagus.

Eko berharap masyarakat bisa menjaga kondisi di kawasan Ketandan agar semakin menarik sehingga menjadi salah satu kawasan yang menjadi tujuan wisata di Kota Yogyakarta.

"Perlu dukungan dari warga. Misalnya saja, mengatur parkir agar tidak menutup bangunan yang sudah direvitalisasi," katanya.

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar