Taiwan (ANTARA News) – Tim penyelamat pada Minggu (11/2), mengakhiri pencarian mereka di sebuah bangunan di Taiwan yang sebagian runtuh akibat gempa bumi berskala 6,4 Skala Richter (SR) sementara pasangan terakhir yang terjebak di dalam bangunan itu diduga tewas, menambah jumlah korban tewas total menjadi 17 orang.

Ribuan pekerja darurat menyisir reruntuhan di bangunan apartemen Yun Tsui setinggi 12 lantai setelah gempa bumi mengguncang kota timur Hualien pada Selasa malam.

Wali kota Hualien Fu Kun-chi mengatakan bahwa dua korban terakhir terjebak di bawah reruntuhan tiang berat yang tidak bisa dibongkar, dan upaya penyelamatan itu dihentikan dengan persetujuan dari kerabat mereka.

"Tujuh belas orang sayangnya tewas dalam gempa tersebut... Saya yakin kerabat mereka akan menerima bantuan yang tepat," ujar Perdana Menteri William Lai saat memberikan penghormatan kepada korban di Hualien pada Minggu.

Pasangan terakhir diyakini merupakan keluarga dari Beijing yang tiba di Taiwan pada Senin, ungkap otoritas. Jasad tiga anggota keluarga lainnya, termasuk seorang anak pria berusia 12 tahun, ditemukan pada Sabtu.

Mereka menginap di sebuah ruangan di lantai kedua hotel di gedung Yun Tsui ketika gempa mengguncang, demikian AFP.

Baca juga: Taiwan bongkar bangunan yang rusak akibat gempa



Pewarta: Antara
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018