Pekanbaru (ANTARA News) - Para calon gubernur dan wakil gubernur Riau menunjukkan makna dan keunggulan nomor urut mereka usai pengundian dan penetapan nomor peserta pemilihan kepala daerah 2018 di Pekanbaru, Selasa.

"Kalau kita ingin bertanding pasti tujuannya juara 1, kita ikut Pilkada tentu ingin menang, jadi nomor ini mudah-mudahan yang menjadi harapan kami," kata calon gubernur Syamsuar didampingi pasangannya, Edy Natar, yang mendapat nomor urut 1.

"Kami tidak ada mimpi atau mendapat pertanda untuk bisa meraih undian nomor 1, tetapi selama ini dalam setiap kegiatan sepertinya sudah membiasakan menampilkan angka 1," kata Syamsuar.

Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Lukman Edy dan Hardianto yang mendapat nomor 2 dalam pengundian yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut nomor mereka sebagai nomor favorit.

"Nomor 2 cantik dan nomor favorit, " kata Edy, yang menyebut nomor 2 sebagai "nomor psikologis" bagi masyarakat Riau.

Firdaus dan Rusli Efendi juga bangga dengan nomor urut 3 yang mereka dapat. Firdaus bahkan menyebut nomor itu sebagai "nomor keramat" pembawa kemenangan sebagaimana ketika dia maju dan terpilih menjadi Wali Kota Pekanbaru tahun 2012.

"Pada Pilkada ini kami mendapat lagi nomor 3, selain sesuai visi sesuai dengan makna trilogi madani, berkemajuan dan berkeadilan, " ujar Firdaus.

Sementara pasangan Arsyadjuliandi Rachman dan Suyatno menyebut nomor 4 yang mereka dapat sesuai prediksi dan visi-misi Riau untuk membangun pariwisata di antara empat sungai besar.

"Makna angka empat banyak, bisa berarti menandakan empat sungai besar yang mengaliri Riau, masyarakat mendapatkan suara terbanyak, didukung empat partai yakni Golkar, PDIP, hanura dan PKPI, bisa juga menggantikan huruf 'a' pada kata Ayo," kata Andi.

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Riau pada Senin menetapkan empat pasangan tersebut sebagai peserta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Riau tahun 2018.

Pewarta: Fazar Muhardi, Vera Lusiana
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2018