Kunjungan kapal pesiar ke Sabang turun drastis

Kunjungan kapal pesiar ke Sabang turun drastis

Dokumentasi kapal pesiar MV L'Austral, saat lego jangkar di kawasan Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh, Aceh, Rabu (15/11/2017). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

... 2016, kami kurang promosi ke pihak operator kapal pesiar atau ke sejumlah travel penyedia jasa pelayaran, mungkin ini penyababnya kunjungan kapal pesiar menurun ke Sabang...
Sabang, Aceh (ANTARA News) - Jumlah kunjungan kapal pesiar dari belahan dunia ke Sabang, Provinsi Aceh, selama 2017 turun drastis hingga 72,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala kepelabuhan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Zulkarnaini Abdullah, kepada wartawan di Sabang, Rabu, menyatakan, kunjungan kapal pesiar 2017 hanya tiga kapal dan 2016 jumlahnya 11 kapal.

Kapal pesiar mampu membawa ribuan turis dalam sekali pelayarannya. Sebetulnya pelabuhan alam Pulau Weh dengan Sabang sebagai kota terbesar di sana sangat ideal untuk disinggahi kapal pesiar berkapasitas besar karena alur pelayaran dan kedalaman lautnya yang sangat memadai. 

Kapal-kapal pesiar berukuran besar bisa langsung sandar dan ikat tali di dermaga sehingga para wisatawan bisa langsung menjejakkan kaki mereka tanpa harus diantar-jemput memakai kapal-kapal penghubung yang lebih kecil. 

Wisata berbasis maritim sangat pas untuk Pulau Weh yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, Laut Andaman, dan Samudera Hindia itu. Potensi pasar kapal pesiar lintas samudera sangat boleh jadi dikembangkan di sana. 

Penyebab utama penurunan jumlah kunjungan kapal pesiar ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, menurut Zulkarnaini, adalah kurang promosi wisata di sana.

"Pada 2016, kami kurang promosi ke pihak operator kapal pesiar atau ke sejumlah travel penyedia jasa pelayaran, mungkin ini penyababnya kunjungan kapal pesiar menurun ke Sabang," katanya.

Ia juga memaparkan, pada 2016 jumlah kunjungan kapal pesiar ke pulau terluar paling ujung barat Indonesia meningkat hingga 200 persen jika dibandingkan 2015.

"Pada 2016 kapal pesiar yang merapat ke Sabang sebanyak 11 kapal, angka ini menunjukkan peningkatan sampai 200 persen dari 2015 yang empat kapal," paparnya.

Ada pun kapal pesiar yang berkunjung dan sandar di Pelabuhan Sabang pada 2017 adalah MS Silver Discovorer (Bahama), MS pasific WEden (Inggris) dan MS Costa Victoria (Italia), dan jumlah wisatawan keseluruhan 3.344 orang dan 1.263 awak kapal.

Kemudian ke-11 kapal pesiar yang sandar di Pelabuhan Sabang pada 2016 di antaranya, delapan kapal  berbendera Bahama, dua Inggris dan satu lagi berbendera Bermuda.

Kapal pesiar itu meliputi, Siver Shadow (Bahamas), MS Caledonian Sky (Bahamas), MS The World (Bahama) dan MS Silver discoverer (Bahama) masing-masing satu kali.

Lalu, kapal pesiar Seven Seas Voyager (Bahama) dan Hamburg (Bahama) MS Artania (Bermuda), MS Pacific Eden (Inggris) masing-masing dua kali dan jumlah wisatawan asing yang menumpangi kapal persiar itu semuanya berjumlah 5.933 orang dan 3.720 awak kapal.

Sejumlah promosi dan gelaran besar telah dilaksanakan untuk menggenjot pariwisata di Sabang, di antaranya gelaran Sail Sabang 2017 (28 November-5 Desember 2017).

Secara terpisah, sebelumnya Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, juga menyatakan, minat atas Sabang Marathon 2018 pada Juni nanti juga menurun. Sejak dibuka pendaftaran sekitar sepekan lalu, baru 200 orang yang mendaftar. 

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar