Presiden bagi-bagi hadiah untuk warga SBB

Presiden bagi-bagi hadiah untuk warga SBB

Presiden Joko Widodo berbincang dengan warga saat meninjau proyek padat karya berupa pembetonan jalan di Kampung Oihu, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon, Maluku, Rabu,(14/2/2018). (ANTARA/Joko Susilo)

Kairatu, SBB (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi membagi-bagikan hadiah barupa buku-buku bacaan, kaos dan souvenir hingga sepeda kepada warga beberapa desa di kabupaten Seram Bagian Barat SBB) Provinsi Maluku yang dikunjunginya, Rabu.

Warga di Desa Gemba dan Waimital, Kairatu dan dusun Kelapa Dua, di kecamatan Kairatu, terlihat antusias untuk menunggu kedatangan Presiden bersama sejumlah Menteri sejak pagi hari, guna meninjau pelaksanaan proyek padat karya tunai yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR).

Presiden yang didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, Menteri Sekretaris, Negara Pratikno, Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy serta Gubernur Maluku berkunjung ke daerah penghasil beras tersebut dengan menggunakan helikopter Kepresidenan Super Puma L-2 AS-332, serta dua helikopter lain milik TNI AL dan Polri.

Presiden yang didampingi para Menteri, Gubernur Maluku, Said Assagaff serta Bupati SBB, Yasin Payapo saat mendarat helipad Dodiklatpur, Kodam XVI Pattimura di Desa Waimital langsung mengunjungi dataran Gemba untuk melihat proyek-proyek Padat Karya Tunai yang dilaksanakan Kementerian PUPR dan berdialog dengan sejumlah petani yang direkrut sebagai pekerja untuk menangani pekerjaan proyek tersebut.

Setelah melakukan peninjauan proyek yang dilaksanakan di tengah areal persawahan, Presiden Jokowi kemudian menuju ke lokasi penyerahan sejumlah bantuan di Dusun Kelapa Dua, Desa Kairatu, dimana sepanjang perjalan Kepala negara mendapat sambutan hangat dan meriah ribuan masyarakat yang telah menunggu di sepanjang ruas jalan.

Presiden dan Ibu Negara juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membagi-bagikan hadiah berupa buku-buka kepada anak sekolah serta kaos dan sevenir lain yang telah dipersiapkan, sehingga membuat para warga saling berebut untuk mendapatkan kenang-kenangan dari Kepala Negara ini.

Iring-iringan kendaraan Presiden dan rombongan sempat terhenti saat tiba di desa Kairatu, karena ribuan warga telah memblokir ruas jalan yang akan dilalui, hanya karena ingin menyapa serta bersalaman dengan Kepala Negara, sehingga membuat Paspampres bekerja keras menjaga orang nomor satu di Indonesia ini.

Begitu juga ribuan warga yang telah menunggu sejak pagi di lokasi penyerahan bantuan di Dusun Kelapa Dua, terlihat bersorak dan bergembira saat Presiden Jokowi tiba di lokasi dan menyapa warga dengan melambaikan tangan serta tersenyum.

Selain menyerahkan sejumlah bantuan Presiden Jokowi juga tidak lupa menyerahkan tiga unit sepeda kepada masing-masing satu siswa SD, SMA dan seorang ibu yang mampu menjawab pertanyaan yang diajukan Presiden.

Usai menyerahkan bantuan, Presiden dan rombongan kemudian mampir untuk makan di salah satu rumah makan "Lumayan" di Desa Waimital serta Sholat Dzuhur di Mesjid Nurul Falah yang letaknya hanya sekitar 100 meter dari rumah makan sederhana tersebut.

Ribuan warga yang telah memenuhi kiri-kanan ruas jalan di Desa tersebut, tampak tidak sabar menungu kedatangan Presiden dan Ibu Negara dan merangsek mendekati iring-iringan kendaraan untuk melihat dari dekat serta berjabatan tangan dengan Kepala Negara, sehingga membuat Paspampres dibantu aparat TNI dan Polri harus pagar hidup untuk mencegah warga mendekat.

Agar tidak mengecewakan warga, Presiden Jokowi didampingi Gubernur Maluku, Said Assagaff serta Menteri PUPR berjalan kaki dari rumah makan menuju Mesjid Nurul Falah sambil melambaikan tangan, serta sesekali melayani jabatan tangan warga.

Usai melaksanakan shalat, Presiden juga menyempatkan diri untuk berswafoto dengan sejumlah warga secara bergiliran yang diatur oleh Paspampres, serta sekali lagi membagi-bagikan buku, kaos dan souvenir kepada warga yang umumnya anak-anak.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar