3,6 hektare bekas tambang Babel dihijaukan

3,6 hektare bekas tambang Babel dihijaukan

ilustrasi: Hari Bumi Sejumlah siswa menanam bakau di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar. (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana) ()

Pangkalpinang (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar penghijauan di 3,6 hektare lahan bekas tambang bijih timah, guna menimalisir potensi bencana alam di daerah itu.

"Sebanyak 2.000 bibit berbagai buah-buahan ditanam di bekas tambang Kolong Spritus Pangkalpinang," kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel Antariksa usai melakukan penanaman bibit buah-buahan di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan penanaman berbagai tanaman buah-buahan di lahan bekas tambang ini berdasarkan Instruksi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan dalam menimalisir bencana alam sekaligus meningkatkan hasil buah-buahan lokal dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

"Kita memilih tanaman buah-buahan sebagai upaya pemerintah daerah menimalisir ketergantungan pasokan buah dari luar daerah untuk memenuhi kosumsi masyarakat," katanya.

Antariksa mengatakan tanaman buah-buahan yang ditanam di lahan bekas tambang timah diantaranya mangga, jambu, lengkeng dan rambutan.

"Kami menargetkan pekan depan sebanyak 2.000 batang bibit buah sudah ditanam di lahan bekas tambang timah Kolong Spritus," ujarnya.

Menurut dia dengan adanya kegiatan penghijauan ini dapat menggurangi potensi bencana kekeringan, banjir, longsor dan lainnya.

"Kita akan menjaga kawasan penghijaun ini, agar bibit buah-buahan yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik," katanya.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar