Presiden Jokowi tandatangani prasasti peresmian bangunan Hindu dan Budha Center

Presiden Jokowi tandatangani prasasti peresmian bangunan Hindu dan Budha Center

Presiden Joko Widodo (ANTARA/Joko Susilo) ()

Beliau tadi bercerita banyak tentang Afghanistan dan negara kita harus kuat dan tidak boleh ada pertikaian di negara kita. Harus kita rawat kerukunan itu."
Ambon (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menandatangani prasasti peresmian gedung Hindu Center dan Budha Center di Bandara Pattimura Ambon sebelum terbang meninggalkan Provinsi Maluku untuk melanjutkan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu.

"Dua tahun lalu di tempat ini juga beliau meresmikan Kristen Center dan Katolik Center. Hal yang sama juga saya tidak ingin ada perbedaan, persis tempat ini menandatangani prasasti," kata Gubernur Maluku Said Assagaff usai melepas keberangkatan Presiden dan rombongan di Bandara Pattimura Ambon.

Said mengungkapkan bahwa dengan ditandatangani prasasti peresmian Hindu Center dan Budha Center ini akan melengkapi Islam Center, Kristen Center dan Katolik Center yang sudah dibangun lebih dulu.

Tujuan dibangunnya gedung lima pusat kegiatan keagamaan tersebut, kata Said, karena ingin menjadikan Maluku sebagai laboratorium kerukunan hidup beragama terbaik di Indonesia.

"Saya kira belum ada provinsi yang menyiapkan sarana seperti ini. Mungkin ada Islamic Center, tapi Kristen Center mungkin tidak ada, Katholik Center tidak ada. Apalagi Hindhu dan Budha Center," katanya.

Said mengungkapkan bahwa lima gedung pusat keagamaan ini tidak berada di satu lokasi, tetapi di tempat berbeda.

"Kalau Islamic Center, Kristen Center dan Katolik Center berada di pinggir pantai, sedangkan Hindu Center dan Budha Center berada di perbukitan," ungkapnya.

Said juga mengungkapkan bahwa Presiden berpesan kepada dirinya, Kapolda Mauluku dan Pangdam Pattimura untuk menjaga stabiltas keamanan.

"Beliau tadi bercerita banyak tentang Afghanistan dan negara kita harus kuat dan tidak boleh ada pertikaian di negara kita. Harus kita rawat kerukunan itu," katanya.

Untuk lebih mewujudkan kerukunan di Maluku, said juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan untuk membangun perkampungan multi etnis, multi agama, multi kultur.

"Semua agama dan suku dalam satu lokasi. Luas sekitar delapan hektar, kita ingin buat contoh lah semua agama tinggal di situ," katanya.

Said mengaku bahwa pihak provinsi hanya menyediakan lahan, sedangkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah berjanji membangun bangunan serta rumahnya dan Menteri Agama akan membangun masjid, gereja, pura.

"Presiden senang mendengar wacana ini karena ini merupakan misi kerukunan beragama.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar