Lima tempat inspiratif untuk liburan Imlek

Lima tempat inspiratif untuk liburan Imlek

Warga melintas di bawah lampion yang menghiasi kawasan Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/2/2018). Menyambut Tahun Baru Imlek 2018, kawasan Pasar Gede Solo mulai dihiasai dengan ribuan lampion yang dipasang hingga penutupan Cap Go Meh. (ANTARA /Mohammad Ayudha) ()

Jakarta (ANTARA News) - Mencari inspirasi menentukan tempat liburan saat Imlek? Jatuhnya hari raya ini pada hari Jumat menjadikan libur Imlek bagian dari libur akhir pekan panjang yang ideal untuk berlibur ke tempat yang agak jauh.

Berdasarkan data Traveloka, perjalanan pada masa Imlek meningkat sekitar 30-40 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Dalam dua tahun ke belakang, destinasi domestik yang populer bagi pengguna Traveloka di Indonesia adalah Jakarta, Surabaya, Medan, Denpasar, dan Yogyakarta. 

Jika Anda berencana bepergian ke destinasi-destinasi tersebut, berikut aktivitas yang bisa dijadikan inspirasi agar liburan Imlek semakin seru.

Jakarta
Kawasan Pecinan di Jakarta yang terletak di Petak Sembilan, Glodok menjadi pusat perayaan Imlek di Jakarta. Kelenteng tertua di Jakarta, Kelenteng Jin De Yuan, dapat ditemukan di sini di mana ribuan peziarah datang untuk bersembahyang dan juga wisatawan yang ingin merasakan budaya Tionghoa. 

Kelenteng ini terbuka untuk umum tapi tentunya pendatang perlu menghargai mereka yang beribadah dengan menjaga ketenangan dan berpakaian yang sopan. Glodok juga merupakan kawasan pecinan terbesar di Jakarta yang menawarkan berbagai pernak pernik imlek dan makanan khas Tionghoa. Selain itu, mal-mal besar di Jakarta juga mengadakan acara-acara khusus seperti bazar atau pentas seni tradisional Tionghoa seperti barongsai, liong atau tarian lainnya.

Surabaya
Surabaya merupakan salah satu daerah di Indonesia yang juga memiliki budaya etnis Tionghoa yang kuat. Terdapat banyak kelenteng di Surabaya dan beberapa diantaranya telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya seperti Keleteng Hong Tiek Hian dan Kelenteng Hok An Kiong. 

Kelenteng Sanggar Agung juga dapat menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi di Surabaya. Kelenteng ini punya gaya arsitektur bernuansa campuran antara Tionghoa, Jawa, Bali dan juga Thailand. Kelenteng yang berlokasi di Pantai Ria ini layaknya bukti warisan dari asimilasi budaya yang menjadikannya lebih berwarna. 

Di sekitar Sanggar Agung juga terdapat patung Kwan Im setinggi 20 meter dan patung Phra Phrom berlapis emas yang juga menjadi salah satu ikon dari kota Surabaya.


Medan
Seperti halnya Jakarta dan Surabaya, kota terbesar ketiga di Indonesia ini adalah tempat bercampurnya beragam etnis dan suku. 

Selain orang-orang Batak, Medan memiliki komunitas keturunan India dan Tionghoa yang sudah lama menetap di sana. Salah satu objek wisata yang menarik adalah Rumah Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani, seorang tokoh Tionghoa yang besar di Medan dan dikenal sebagai Majoor der Chineezen karena beliau diangkat oleh pejabat kolonial Belanda sebagai pemimpin komunitas Tionghoa. 

Di rumahnya yang memiliki perpaduan gaya arsitektur Tionghoa, Eropa, Melayu dan art-deco, pengunjung dapat belajar lebih mengenai sejarah kota Medan dan juga budaya Melayu-Tionghoa. Medan juga terkenal dengan kulinernya yang banyak bisa ditemukan di Jalan Selat Panjang. 

Berbagai kedai bubur, kwetiau, mi hokkian, nasi Hainan hingga martabak piring di Selat Panjang menjadi pilihan kuliner yang ramai dikunjungi hingga larut malam.

Denpasar
Bali mungkin adalah salah satu destinasi yang selalu ramai ketika long weekend, tetapi pada momen Imlek ini Bali juga turut merayakan. Meski budaya Hindu sangat kental terasa di Bali, kebhinnekaan tercermin melalui komunitas yang secara harmonis mengadakan perayaan lintas budaya. 

Hotel, restoran, dan atraksi wisata lainnya juga biasa memasang ornamen Imlek. Berdasarkan laporan dari China Association of Travel Services (CATS), Bali merupakan salah satu destinasi favorit warga Tiongkok pada liburan Imlek tahun ini berikut dengan destinasi tropis lainnya seperti Phuket dan Saipan. Di luar perayaan seperti di Vihara Dharmayana di Kuta, Bali tentu bisa menjadi alternatif menarik untuk liburan singkat bersama teman maupun keluarga pada Hari Raya Imlek.


Yogyakarta
Untuk merasakan suasana Imlek di Yogyakarta, Anda tidak perlu pergi jauh dari keramaian di Jalan Malioboro. Pertokoan di jalan tersebut turut memeriahkan Imlek dengan berbagai ornamen dan bazar yang diadakan. Pusat aktivitas Imlek di Yogya terletak dekat Pasar Beringharjo, Kampung Ketandan yang termasuk kawasan pecinan terbesar di Jogja. 

Di Kampung Ketandan terdapat bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Tionghoa dan pada saat Imlek setiap tahunnya Kampung Ketandan mengadakan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY). Tahun ini PBTY akan digelar untuk ke-13 kalinya pada 24 Februari hingga 2 Maret 2018. Selama sepekan, PBTY akan menyuguhkan berbagai pentas seni dan budaya yang menarik untuk para wisatawan.

Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar