Warga tak mampu kota Tangerang dibantu peroleh akta lahir

Warga tak mampu kota Tangerang dibantu peroleh akta lahir

Hj Emawati S.IP, M.Si, Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil mewakili Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang (tengah) bersama (sebelah kiri) Bendahara IKI Leopard Lyman, didampingi (kanan) Drs KH Saifullah Ma’shum M.Si Ketua III IKI menyerahkan akta kelahiran warga CinBen Kota Tangerang. (Yayasan IKI / handout)

Jakarta (ANTARA News) - Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang, Rabu memberikan bantuan penerbitan 1.500 akta kelahiran kepada warga kawasan CinBen Kota Tangerang. 
Penyerahan akta kelahiran dilaksanakan di TK Ceria, Kampung Sewan Tangga Asem, Kota Tangerang.
"Kegiatan ini merupakan karya nyata Yayasan IKI mewujudkan kesetaraan hak bagi sesama warga Negara Indonesia dalam pemenuhan dokumen kewarganegaraan dan kependudukan, terlebih kita diingatkan untuk membela dan membantu para janda dan anak-anak yatim piatu," kata bendahara IKI, Leopard Lyman.
Leopard juga mengemukakan IKI membantu beberapa pemda tingkat II dalam Penyusunan Standar Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil”.
Sementara itu, Ketua III IKI, Drs KH Saifullah Ma’shum M.Si mengemukakan telah mengadvokasi dan memfasilitasi lebih dari 300.000 akta lahir di berberapa daerah di Indonesia, seperti: Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Bangka, Kabupaten Banyumas, Kota Bekasi, Kabupaten Lebak, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Tangerang.
"Sudah puluhan tahun kami mendambakan bisa mendapatkan akta kelahiran, agar kami dapat mengurus BPJS, anak-anak bisa sekolah dan sebagainya. Masih banyak warga CinBen wilayah Tangerang Raya yang belum memiliki akta kelahiran," kata Aktivis perempuan Cinben Kota Tangerang yang menjadi relawan IKI, Seri Asih.
Dia mengatakan, akta lahir bagi warga Cinben adalah syarat untuk mengurus Kartu Indonesia Sehat ke dinas sosial untuk mendapatkan jaminan kesehatan.
 

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar