Enam vihara dijaga ketat jelang Imlek

Enam vihara dijaga ketat jelang Imlek

Dokumentasi Polisi melakukan penjagaan di Klenteng Kwan Kong Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (7/2/2016). Sejumlah klenteng di Makassar dijaga ketat polisi untuk mengantisipasi adanya teror saat perayaan tahun baru Imlek 2567. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Medan (ANTARA News) - Sebanyak enam vihara di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, menjadi atensi pengawalan ekstra ketat dari personil Polrestabes, dan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2018.

"Keenam vihara itu, yakni Vihara Gunung Timur Jalan Hang Tuah, Vihara Borobudur Jalan Imam Bonjol, dan Vihara Maitreya Komplek Cemara Asri Jalan Cemara," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, Rabu.

Selanjutnya, menurut dia, Vihara Setia Budi Jalan Irian Barat, Vihara Maitrei Jalan Gandi dan Vihara Setia Budi Jalan Irian.

"Di lokasi Vihara Borobudur, kita akan turunkan 2 pleton," ujar Kombes Pol Dadang.

Ia mengatakan, Polrestabes Medan juga sudah mempersiapkan pendeteksian kerawanan. Kerawanan yang muncul antara lain kemacetan, kekerasan bahkan mungkin tindakan kejahatan lain dan tentunya sudah diantisipasi.

"Personel yang dilibatkan sebanyak 417 kekuatan," ucapnya.

Hartanto menyebutkan, jumlah vihara yang ada di Kota Medan sekitar 150. Pada Kamis (15/2) nanti mereka yang merayakan sudah ada kegiatan. Dan pada Jumat (16/2) mereka merayakan di rumah masing-masing.

Saat disinggung soal pungutan liar, Dadang mengatakan pihaknya sudah meminimalisasi dan mencegah hal-hal tersebut.

Pemkot Medan, juga digandeng soal pungutan liar, dan begitu juga dengan ancaman hukuman terhadap pelaku.

 "Jika terjadi tentu segera kita proses pidananya. Aplikasi Polisi Kita mungkin bisa digunakan jika pungutan liar dan ancaman terjadi," katanya.

Selain itu, sterilisasi di vihara-vihara di Medan juga dilakukan.

"Kita doakan perayaan Imlek nanti aman, lancar dan terkendali," kata Kapolrestabes Medan.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar