Warna-warni selebrasi bos-bos parpol rayakan nomor urut Pemilu 2019

Warna-warni selebrasi bos-bos parpol rayakan nomor urut Pemilu 2019

Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama Komisioner KPU Ilham Saputra (kiri) dan Hasyim Asyari (kanan) mengumumkan hasil verifikasi dan penetapan partai politik peserta pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (17/2/2018). Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 14 dari 16 partai politik sebagai peserta Pemilihan Umum 2019, setelah keempat belas partai itu dianggap memenuhi syarat administrasi dan verifikasi faktual secara nasional .(ANTARA /Rivan Awal Lingga) ()

Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah pemimpin partai politik melakukan selebrasi kecil setelah mengambil dan menerima nomor urut partai peserta Pemilu 2019 di Gedung KPU RI, Jakarta, Minggu malam.

Seluruh pemimpin parpol menebar senyum di depan wartawan, seusai mengambil dan menerima nomor urut partainya. Beberapa di antara mereka tak tahan untuk berkomentar dan sedikit melakukan selebrasi.

Salah seorang di antaranya adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Ia terlihat sangat senang partainya memperoleh nomor urut 1 yang saking senangnya mengangkat dua tangannya.

Lain lagi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dia menyebut nomor urut tiga yang diperoleh PDIP adalah nomor biasa atau melekat dengan PDIP.

"PDIP dapat nomor PDIP, nomor tiga," ujar Megawati seraya menunjukkan nomor urut partainya kepada wartawan.

Baca juga: Nomor urut 14 parpol peserta Pemilu 2019

Ketua Umum PPP Romahurmuziy tak kalah gembira karena partaianya mendapatkan nomor urut sepuluh yang disebutnya nomor sempurna.

"PPP nomor urut sempurna, nomor 10," kata Romahurmuziy, menebar senyum.

Dari semua itu selebrasi yang mengundang tawa wartawan datang dari Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang.

Pria yang akrab disapa OSO itu terlihat kaget namun segera tertawa begitu mengetahui nomor urut yang diambilnya.

Dia lalu melakukan tos dengan Sekjen Hanura Harry Lontung, dan mengumumkan kepada wartawan bahwa nomor urut partainya adalah 13.

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar