Gus Ipul janji berkantor berkala di Madura

Gus Ipul janji berkantor berkala di Madura

Saifullah Yusuf Calon Gubernur Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (kanan) menandatangani sejumlah dokumen disaksikan Koordinator Divisi Pendaftaran, Administrasi dan Koordinasi Wilayah Desk Pilkada DPD Partai Demokrat Maskur (ketiga kanan) di Kantor DPD Demokrat Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Senin (31/7/2017). Kedatangan Gus Ipul tersebut dalam rangka menyerahkan berkas pendaftarannya sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim. (ANTARA FOTO/Moch Asim) ()

Surabaya (ANTARA News) - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berkomitmen akan berkantor di Madura secara berkala untuk mengawal program pembangunan kawasan tersebut jika terpilih menjadi Gubernur di Pilkada Jatim 2018.

"Rancangannya, dalam satu bulan itu berapa hari bekerja di sana. Jika masih kurang, frekuensinya akan ditambah untuk mengawal percepatan pembangunan di Madura dan menyelesaikan banyak persoalan sampai selesai," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Senin.

Khusus untuk Pulau Madura, Gus Ipul yang maju berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno memiliki salah satu program prioritas yakni "Satria Madura" atau Satu Triliun Rupiah untuk Madura.

Baca juga: Gus Ipul & Puti kenang Gus Dur di Imlek

Menurut dia, Madura tak bisa diberi kucuran dana saja, tapi banyak kebijakan yang harus dikawal langsung mempercepat proses penyelesaiannya, seperti yang paling utama adalah tingkat kemiskinan.

Sebab, kata dia, hasil Kajian Ekonomi Regional (KER) Jawa Timur dari Bank Indonesia (BI) selama 2013-2015 menunjukkan bahwa Pulau Madura merupakan kawasan termiskin di Jatim dengan rata-rata 21,86 persen atau jauh di atas rata-rata angka kemiskinan nasional 11,19 persen.

Sedangkan, berdasarkan Data BPS Jatim yang dirilis 2017 menunjukkan angka partisipasi sekolah (APS) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama sebanding dengan rata-rata Jatim, yakni mencapai 90 persen.

Kemudian, APS untuk tingkat menengah relatif rendah, yaitu 69,8 persen di Pamekasan, 58,7 persen di Bangkalan, 55,3 persen di Sampang, serta APS tingkat menengah atas tersebut lebih rendah dibanding rata-rata Jatim 70,4 persen.

"Situasi tersebut membuat angkatan kerja di Pulau Madura lebih banyak lulusan pendidikan dasar daripada pendidikan menengah atas," kata suami Fatma Saifullah Yusuf tersebut.

Sementara itu, Dana sebesar Rp1 triliun tersebut diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan ekonomi keluarga, peningkatan layanan dan kesehatan nasional.

Selain itu, juga dikucurkan untuk menuntaskan pembangunan Jalur Lintas Selatan dan Utara Madura, menjadikan Madura sebagai pusat pariwisata halal, dan meningkatkan konektivitas transportasi antarpulau.

Baca juga: Khofifah-Emil dapat nomor 1, Gus Ipul-Puti nomor 2

Namun, dana sebesar itu di luar anggaran yang selama ini sudah ada atau akan dialokasikan dalam program lain seperti PKH Super, Seribu Dewi (Seribu Desa Wisata), dan Madin Plus Berkelanjutan yang fokus pada peningkatan kualitas madrasah diniyah (madin) di Jatim.

Pilkada Jatim 2018 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019-2024 diikuti dua pasangan calon, yakni Khofifah-Emil di nomor urut satu, dan Gus Ipul-Mbak Puti di nomor urut dua.

Pasangan nomor satu merupakan calon dari koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura dan NasDem, sedangkan pasangan nomor dua adalah calon dari gabungan PKB, PDI Perjuangan, PKS serta Gerindra.

Baca juga: Dua pasangan Cagub Jatim sepakat kampanye damai

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar