Keadaan darurat diumumkan saat Badai Gita capai Selandia Baru

Keadaan darurat diumumkan saat Badai Gita capai Selandia Baru

Ilustrasi (ANTARA)

Wellington (ANTARA News) - Perusahaan penerbangan Selandia Baru, Selasa, membatalkan penerbangan masuk dan keluar dari ibu kota Wellington dan kota Christchurch di selatan akibat pengumuman keadaan darurat karena sisa badai tropika Gita mencapai negara tersebut.

Bahkan, sebelum badai melanda dengan kekuatan penuh, hujan lebat di pusat Selandia Baru membawa banjir di Christchurch, yang memicu peringatan dari Wali Kota Lianne Dalziel.

"Dampak penuh badai akan terasa semalaman dan besok pagi," katanya, seperti dilaporkan Reuters.

Dalziel juga mendesak warga, yang tinggal di dataran rendah, mengungsi karena perumahan warga diperkirakan akan terkena banjir.

Perusahaan "Air New Zealand" menyampaikan bahwa semua penerbangan ke ibu kota akan dihentikan sejak pukul 02.45 dinihari karena dinas cuaca mengeluarkan peringatan cuaca buruk dan hujan lebat disertai hembusan angin mencapai 150 km/jam.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan bahwa militer telah menyebar ke daerah-daerah yang kemungkinan akan terdampak paling parah dan kantor Pertahanan Sipil Nasional di Wellington siap untuk membantu.

"Pesan saya bagi warga silakan perhatikan peringatan lokal dan gangguan dalam perjalanan, mohon untuk berhati-hati," katanya kepada wartawan di parlemen.

Topan Gita melanda negara-negara kepulauan Pasifik Fiji dan Tonga pekan lalu, dengan kecepatan angin hingga 275 km/jam. Fiji lolos dari kerusakan besar namun Tonga menderita kerusakan dan banjir yang meluas. Sebelumnya, badai tersebut telah menyebabkan kerusakan parah di Samoa dan Samoa Amerika.

Topan tersebut telah diturunkan menjadi badai, namun prakirawan mengatakan badai masih mungkin menimbulkan bencana pada Selasa malam saat melintasi pusat kota Selandia Baru.

Sebagian wilayah di Selandia Baru masih terguncang dari badai besar yang terjadi pada awal Februari dan menyebabkan diumumkannya kondisi darurat.

Lebih dari 40 sekolah dan PAUD ditutup di wilayah pulau Selatan bagian atas, sementara wali kota mendesak orang-orang untuk tinggal di rumah.

Dinas angkutan menutup jalan raya sepanjang pantai timur di pulau selatan dan Departemen Pelestarian menutup jalur pendakian tepi laut serta tempat perkemahan di sepanjang pantai barat, termasuk mengantarkan wisatawan menjauh dari dataran rendah.

(Uu.R029)

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar