Beijing (ANTARA News) - Angin topan melanda China timur menewaskan tujuh orang dan mencederai 93 orang lainnya, kata kantor berita Xinhua Rabu, menambah daftar kematian terakhir akibat cuaca buruk yang melanda beberapa bagian China selama musim panas ini. Angin topan tersebut menyapu tiga desa di sekitar Tianchang di provinsi pertanian Anhui, Selasa, menghancurkan lebih dari 100 rumah, kata laporan itu. Jenazah ketujuh orang tersebut ditemukan di puing-puing reruntuhan. Dari 93 korban cedera, 35 di antaranya dalam keadaan serius, kata Xinhua. Selebihnya, sekitar 200 orang telah dievakuasi dari sergapan tornado. Angin yang berpusat di badai topan itu mencapai kecepatan sekitar 100 kilometer per jam, kata Xinhua. Prakiraan cuaca sekarang memperingatkan kemungkinan terjadinya banjir di sepanjang Sungai Huai, yang melintas di seluruh kawasan. Bahkan di bagian atas Hui telah mencapai tingkat kritis. Sampai Senin lalu, 18 provinsi dan kota-kota besar di seluruh China telah dilanda banjir disertai bencana-bencana, sehingga menyebabkan 233 orang tewas dan 118.500 rumah hancur, kata Kantor Pusat Kendali Banjir dan Bantuan Kekeringan melaporkan dalam situs Webnya (sfdh.chinawater.com.cn). Kantor tersebut memperingatkan bahwa China sedang memasuki musim banjir besar dan harus menahan luapan air di sepanjang sungai-sungai besarnya, demikian Reuters.(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2007