100 lebih siswi "hilang" setelah Boko Haram serang sekolah

100 lebih siswi "hilang" setelah Boko Haram serang sekolah

Arsip Foto. Pengunjuk rasa membentangkan spanduk sambil berpawai sebagai dukungan terhadap sekelompok remaja putri yang diculik oleh anggota Boko Haram di depan kedutaan Nigeria di Washington, Amerika Serikat. (FOTO/REUTERS/Gary Cameron/djo/)

Damaturu (ANTARA News) – Lebih dari 100 anak perempuan menghilang pada Rabu waktu setempat, dua hari setelah Boko Haram menyerang sekolah mereka di Nigeria timur laut, yang menimbulkan kekhawatiran terulangnya penculikan Chibok 2014 yang mengguncang dunia.

Militan ekstremis itu menyerbu Sekolah Menengah Pertama Government Girls Science di Dapchi, negara bagian Yobe, pada Senin petang. Warga setempat awalnya mengatakan para siswi dan guru mereka sudah melarikan diri.

Namun kekhawatiran meningkat mengenai keberadaan murid-murid tersebut, dan seorang siswi yang lolos mengatakan kemungkinan besar mereka diculik oleh anggota Boko Haram menurut siaran kantor berita AFP.

"Kami punya semua alasan untuk mencurigai mereka dibawa oleh penyerang," kata Aisha Yusuf Abdullahi (16), yang kembali ke rumahnya di pusat komersial Yobe, Potiskum.

Orangtua dan wali yang khawatir berkumpul para Rabu untuk mencari jawaban, dengan keterangan berbeda-beda mengenai jumlah siswi yang hilang.

Gubernur Yobe Ibrahim Gaidam mengatakan "lebih dari 50" siswi masih hilang, sementara komisaris polisi Yobe mengatakan ada 111 orang yang hilang.

"Sebanyak 815 murid sudah kembali ke sekolah dan bisa dilihat, dari 926 yang ada di sekolah," kata komisaris polisi negara bagian Abdulmaliki Sumonu.

"Sisanya masih hilang. Tidak ada kasus penculikan yang sejauh ini diproses," katanya kepada para reporter di ibu kota negara bagian Yobe, Damaturu.(mu)

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar