counter

Militer Suriah desak warga sipil di Ghouta Timur agar mengungsi

Militer Suriah desak warga sipil di Ghouta Timur agar mengungsi

Foto arsip - Seorang anak berdiri di tengah jalan yang rusak di Ain Tarma, Ghouta Timur, Damaskus, Suriah, Kamis (21/8/2014). (ANTARA FOTO/REUTERS/Bassam Kha)

Damaskus, Suriah (ANTARA News) - Militer Suriah pada Kamis (22/2) mendesak warga sipil di Ghouta Timur yang terletak di bagian timur Ibu Kota Suriah, Damaskus, agar mengungsi sebelum operasi militer dilancarkan.

Helikopter militer Suriah menjatuhkan selebaran di daerah yang dikuasai gerilyawan tersebut, demikian laporan Media Perang --sayap media di militer Suriah.

Warga sipil diminta pindah ke daerah yang dikuasai oleh militer Suriah, dan selebaran itu memuat instruksi mengenai cara mengambil jalan keluar yang aman sebagaimana digambarkan di satu peta kecil.

Instruksi tersebut juga memperingatkan warga sipil agar tidak bekerja sama dengan gerilyawan anti-pemerintah.

"Saudara-saudara warga di Ghouta Timur, daerah telah dikepung oleh tentara Suriah ... Setiap orang sudah lelah dengan perang ini, yang tak membawa apa-apa buat rakyat Suriah kecuali kematian dan kehancuran rumah, rumah sakit dan sekolah," demikian antara lain isi selebaran tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua.

Akibat aksi gerilyawan, ribuan anak, ibu, ayah dan saudara telah kehilangan keluarga mereka atau berakhir di kamp dan tempat penampungan, tambah selebaran itu.

"Keluarga kami di Ghouta Timur, kami harap kalian tidak bekerja sama dengan pria bersenjata untuk melindungi nyawa kalian dan kami menyeru kalian untuk pergi ke daerah sebagai kami jamin keselamatan kalian," katanya.

Militer Suriah juga berjanji akan menawarkan keamanan dan makanan buat rakyat segera setelah mereka meninggalkan Ghouta Timur, dan menjanjikan mereka kepulangan yang aman ke rumah mereka "setelah dihapusnya pelaku teror".

Perkembangan tersebut muncul saat balabantuan besar militer telah sampai di pinggir Ghouta Timur sebagai bagian dari persiapan aksi militer guna mengalahkan gerilyawan di daerah itu, termasuk gerilyawan yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida.

Ppemboman gencar terjadi di Ghouta Timur dalam beberapa hari belakangan, sebagai awal dari aksi militer yang diduga akan dilancarkan.

Kerusuhan baru-baru ini di Damaskus Timur meletus dua bulan lalu, ketika kelompok yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida melancarkan serangan terhadap pangkalan penting militer di Kota Harasta di wilayah yang dikuasai gerilyawan, Ghouta Timur, sehingga menyulut serangan militer balasan di daerah tersebut.

Serangan itu ditambah oleh pemboman gerilyawan terhadap Ibu Kota Suriah, sehingga membuat militer Pemerintah Suriah melancarkan serangan balasan berupa serangan udara terhadap posisi gerilyawan di Ghouta Timur.

Namun situasi secara dramatis telah memburuk dalam beberapa hari belakangan, sehingga menciptakan krisis kemanusiaan yang menarik perhatian masyarakat internasional.

Bom mortir gerilyawan telah menghujani Damaskus dengan sangat gencar sehingga sebagian besar kehidupan di permukiman di Damaskus Timur lumpuh. Rakyat berkumpul di dalam rumah mereka, tak berani keluar karena alasan keamanan.

(Uu.C003)

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar