counter

Lantamal II Padang tambah kekuatan empat KRI

Lantamal II Padang tambah kekuatan empat KRI

Ilustrasi - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi (kanan) bersama Direktur Utama PT Caputra Mitra Sejati Kriss Pramono (kedua kanan) berjalan keluar seusai meninjau bagian dalam KRI Kurau-856 di Dermaga Sunda Kelapa, Batavia Marina, Jakarta, Kamis (6/7/2017). (ANTARA/Aprillio Akbar)

Tua Pejat, Sumbar, (ANTARA News) - Lantamal II Padang, Sumatera Barat menambah kekuatan armada dengan empat Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk patroli dan pengawasan wilayah perairan di daerah itu.

"Kami masih menunggu kesiapan dermaga di Teluk Bayur, apabila dermaga siap kita akan proses secepatnya," kata Komandan Satuan Patroli Lantamal II Padang, Kolonel Laut Joko Triwanto, di Tua Pejat, Rabu.

Dalam pembangunan dermaga, pihaknya telah bekerja sama dengan PT Pelindo. Apabila seluruhnya telah siap, kapal akan dibawa ke Padang.

"Kemungkinan apabila dermaga dan dokumen dalam minggu ini siap maka kedatangan kapal-kapal akan dipercepat," katanya.

Ia mengatakan keempat kapal tersebut telah memiliki nama, yaitu KRI Kelabang, KRI Kala Hitam, KRI Kurau, dan KRI Cakalang. Keempatnya merupakan jenis kapal patroli cepat.

Dia mengatakan kapal tersebut khusus untuk jajaran Lantamal II Padang guna mendukung patroli dan pengawasan wilayah laut Sumatera Barat.

Ia mengatakan dengan kehadiran kapal tersebut, pengamanan pulau-pulau terluar akan menjadi prioritas.

"Patroli akan dilakukan mulai dari sisi utara hingga sisi selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Apalagi daerah ini akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tentu pengawasan akan lebih ditingkatkan lagi," katanya.

Dengan adanya kunjungan Forkopimda ke pulau terluar itu, pihaknya akan memberikan masukan kepada pimpinan terkait dengan satgas pengamanan pulau terluar.

"Biasanya dalam satgas akan ada penempatan personel di pulau terluar. Selain itu untuk patroli akan kita rutinkan di seluruh Kepulauan Mentawai," kata dia.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan pengawasan harus terus dilakukan, terutama di pulau-pulau terluar di daerah itu.

"Apalagi KEK akan terbentuk sehingga Mentawai akan menjadi jalur masuk dari luar negeri. Ini perlu pengawasan dan sinergi dari berbagai pihak agar semua berjalan sesuai dengan aturan," katanya.

Pewarta: M. R. Denya Utama
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar