Puluhan santri Jember dirawat setelah divaksin difteri

Puluhan santri Jember dirawat setelah divaksin difteri

YOGYAKARTA, 11/8 - IMUNISASI. Seorang anak mengikuti imunisasi di Posyandu Melati 2, Dusun Mrican, Pringgondani, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, Selasa (11/8). Imunisasi yang diberikan sebulan sekali terhadap Balita tersebut bertujuan untuk menghindari sejumlah penyakit seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk rejan, gondongan, cacar air, tbc, dan lain sebagainya. FOTO ANTARA/Noveradika/ed/pd/09 (ANTARA/Noveradika)

Jember (ANTARA NEWS) - Puluhan santri Madinatul Ulum di Desa Cangkring, Kabupaten Jember, Jawa Timur hingga Rabu pagi masih dirawat di klinik pesantren dan puskesmas Jenggawah karena mengalami dehidrasi setelah diimunisasi difteri dari petugas Dinas Kesehatan setempat.

"Alhamdulillah kondisi puluhan santri mulai membaik, namun sebanyak 21 santri masih dirawat di klinik pesantren dan satu orang di Puskesmas Jenggawah sudah diperbolehkan pulang," kata Pengasuh Pesanrten Madinatul Ulum di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember.

Sebanyak 600 lebih santri di Ponpes Madinatul Ulum mendapatkan vaksin difteri pada Selasa (27/2) dan setelah seharian beraktivitas, sebanyak 73 santri mengalami dehidrasi, mengeluh pusing, mual dan lemas, sehingga dirawat di klinik pesantren dan puskesmas pada Selasa (27/2) malam.

"Imunisasi difteri tersebut sesuai dengan instruksi pemerintah dan ratusan santri diimunisasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dan yang mendapat imunisasi adalah ratusan santri tingkat SMP, sedangkan santri SMA akan menyusul karena masih ada ujian sekolah," tuturnya.

Menurutnya para santri sebagian tidak sarapan dulu sebelum disuntik vaksin difteri dan memang ada santri yang kondisinya kurang sehat, serta para santri bermain sepak bola setelah disuntik vaksin difteri, sehingga hal tersebut yang menyebabkan puluhan santri mengalami dehidrasi, mual, pusing, demam, dan lemas.

"Berdasarkan informasi dari petugas medis, seseorang yang akan diimunisasi difteri harus dalam kondisi sehat dan disarankan makan dulu, sehingga ketidaktahuan santri akan dampak vaksin difteri yang menyebabkan kejadian dehidrasi massal terjadi di pesantren," ujarnya.

Kendati demikian, lanjut dia, kegiatan Pesantren Madinatul Ulum pada Rabu pagi berjalan normal dan lancar karena sebagian siswa yang sehat mengikuti kegiatan belajar seperti biasanya dan santri yang sakit masih dirawat di klinik pesantren.

Sementara Kepala Puskesmas Jenggawah Nuri Usmawati mengatakan efek sampimg dari pasien yang diimunisasi difteri tersebut berbeda-beda dan tergantung dari fisiknya, namun seluruh santri kondisinya sudah membaik.

"Tidak semua santri mengalami dehidrasi karena imunisasi difteri, tapi ada juga yang badannya panas sebelum diimunisasi," tuturnya.

Menurutnya para santri yang mendapatkan penanganan medis tersebut mengeluhkan badannya demam dan ada yang disertai mual, serta pusing.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Robot tangan pemindah bahan kimia buatan santri Jember

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar