Eks lokalisasi Dolly Surabaya jadi kawasan produktif

Eks lokalisasi Dolly Surabaya jadi kawasan produktif

Dokumentasi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise (kanan) mengunjungi usaha pembuatan sepatu di kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (27/8/2017). Kunjungannya ke kawasan itu untuk melihat secara langsung kondisi perubahan kawasan eks lokalisasi Dolly. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono) ()

Surabaya (ANTARA News) - Eks lokalisasi Dolly dan Jarak di Kota Surabaya, Jawa Timur, yang telah ditutup empat tahun lalu oleh pemerintah kota setempat, kini menjadi kawasan produktif.

"Eks lokalisasi Dolly dan Jarak ini mengalamani banyak perubahan baik dari aspek sosial maupun ekonomi," kata Camat Sawahan M. Yunus di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, eks lokalisasi Dolly dan Jarak mulai berkembang salah satunya dari segi ekonomi yang dibuktikan dengan adanya beberapa usaha industri kreatif yang mulai berkembang di kawasan tersebut.

"Pastinya ini memberikan dampak yang positif bagi perekonomian warga sekitar," katanya.

Selama ini, lanjut dia, Pemkot Surabaya terus melakukan berbagai upaya agar perekonomian warga sekitaran eks lokalisasi semakin meningkat, termasuk mendirikan industri kreatif bagi warga sekitar.

Yunus mengatakan saat ini terdapat sebanyak 23 kelompok usaha kecil menengah (UKM) di kawasan tersebut. Rinciannya, untuk produk olahan batik berjumlah empat kelompok UKM, yaitu Jarak Arum, Alpujabar, Canting Surya, dan Warna Ayu.

Sementara itu, untuk olahan makanan dan minuman berjumlah 13 UKM dengan rincian yaitu, TBM Kawain, olahan bandeng, Jarwo Tempe, Sami Jali, Pangsit Hijau, Cak Mimin (dian rujak), UKM Puja (telur asin, botok telur asin), UKM Squel (olahan keripik), UKM Vigts (jamu herbal), Gendis (bumbu pecel), UKM Henrik (olahan semanggi dan es puter) dan olahan minuman dari rumput laut.

"Setiap kelompok UKM itu terdiri dari tiga hingga 10 orang dan merupakan warga dari sekitar eks lokalisasi Dolly dan Jarak," katanya.

Selain itu, lanjut dia, untuk usaha industri kreatif di tempat ini berjumlah lima meliputi KUB Mampu Jaya (produksi sandal, sepatu dan goody bag), sablon, minyak rambut (phomade dan semir), Handycraft (manik-manik) dan usaha dalam bentuk lukisan.

"Kami juga sedang menyiapkan untuk industri sabun rumahan. Jadi nanti, tidak hanya produk sandal dan goody bag saja yang kami tawarkan ke pihak hotel, tapi juga ada produk olahan sabun," katanya.

Pemkot Surabaya, lanjut Yunus, terus berupaya untuk memberdayakan keluarga di kawasan eks lokalisasi. Tidak hanya para suami, namun juga para istri diberdayakan agar keluarga mereka lebih produktif dan kesejahteraan keluarga mereka lebih meningkat.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar