counter

Ketua Fed: tidak ada bukti ekonomi AS "overheating"

Ketua Fed: tidak ada bukti ekonomi AS "overheating"

President Amerika Serikat Donald Trump bersama dengan Jerome Powell, yang ia calonkan sebagai Kepala Federal Reserve Amerika Serikat di Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Kamis (2/11/2017). (REUTERS/Carlos Barria)

Washington (ANTARANews) - Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pada Kamis (1/3) bahwa dia tidak melihat bukti adanya ekonomi overheating atau terlalu panas, meskipun prospek ekonominya menguat.

"Tidak ada bukti bahwa ekonomi saat ini terlalu panas," kata Powell di hadapan Komite Perbankan Senat pada Kamis (1/3).

Dia menunjukkan bahwa mungkin ada pelonggaran tambahan di pasar tenaga kerja, seperti tingkat partisipasi angkatan kerja untuk pekerja usia prima masih di bawah tingkat yang terlihat sebelum krisis keuangan.

"Kami belum melihat bukti kuat - tentang kenaikan yang menentukan dalam upah," kata Powell, menambahkan bahwa inflasi upah tidak pada titik percepatan

Sebagian besar ukuran menunjukkan bahwa upah pekerja terus tumbuh sekitar 2,5 persen. Pertumbuhan upah moderat merupakan salah satu tanda pelambatan pasar tenaga kerja.

"Saya berharap beberapa penguatan lanjutan di pasar tenaga kerja dapat terjadi tanpa menimbulkan inflasi," Powell menambahkan.

Tingkat pengangguran di AS telah turun menjadi 4,1 persen, yang oleh Powell dianggap sebagai tingkat "pada atau dekat atau bahkan di bawah sebagian besar estimasi tingkat pengangguran alami."

Namun, inflasi terus berjalan di bawah target Fed dua persen Fed. Pada Januari, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, indikator inflasi yang disukai oleh The Fed, naik 1,7 persen.

Mengingat pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang lemah, Powell menegaskan bahwa bank sentral akan terus secara bertahap memperketat kebijakan moneternya.

"Dengan terus menaikkan suku bunga secara bertahap dari waktu ke waktu, kami mencoba untuk menyeimbangkan kedua hal tersebut ... mencapai inflasi yang terus meningkat, namun juga memastikan bahwa ekonomi tidak terlalu panas," kata Powell.

Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR pada Selasa (27/2), Powell mengatakan bahwa prospeknya untuk ekonomi telah menguat sejak Desember tahun lalu, memicu spekulasi pasar bahwa ketua The Fed terbuka terhadap kenaikan suku bunga yang lebih cepat tahun ini.

Pada Desember tahun lalu, pejabat-pejabat Fed memperkirakan akan terjadi tiga kenaikan suku bunga tahun ini. Para investor pasar sekarang memperkirakan bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga empat kali tahun ini, mengingat kebijakan fiskal stimulan, prospek ekonomi yang kuat dan pertumbuhan luar negeri yang solid.

Baca juga: Jerome H. Powell resmi dilantik jadi bos Federal Reserve
 

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar