Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai salah satu kawasan pendukung yang paling siap menyambut Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Bali, Oktober 2018.

Menurut keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, Luhut meninjau kesiapan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo yang disambut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada Kamis (1/3) malam.

"Saya lihat Banyuwangi ini sangat siap menerima kunjungan wisatawan. Kotanya tertata rapi, bersih, banyak potensi daerah yang sudah dimanfaatkan," katanya.

Mantan Menko Polhukam itu mengatakan dari semua daerah penyangga Bali yang ditunjuk menjelang pertemuan tersebut, Banyuwangi adalah daerah yang paling siap.

Tidak hanya meninjau kesiapan kabupaten tersebut, rombongan juga mengadakan rapat koordinasi dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajarannya di pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi.

Sejumlah topik yang dibahas antara lain pembangunan kereta gantung dan fasilitas umum di kawasan Kawah Ijen, perbaikan jalan menuju Alas Purwo, fasilitas di Marina Boom dan lain-lain.

Usai rakor rombongan menuju ke Desa Adat Oseng Kemiren Kecamatan Glagah.

Rombongan menyempatkan diri mencicipi kopi arabika dari perkebunan kopi setempat sebelum melanjutkan perjalanan naik ke puncak Kawah Ijen untuk menyaksikan "Blue Fire".

"Di Ijen ada beberapa masalah yang sebenarnya tidak terlalu rumit tapi sangat esensial. Seperti pengadaan tiang BTS, fasilitas toilet dan fasilitas shelter. Kita harus bereskan ini karena nanti yang datang bukan saja wisatawan dari kalangan menengah tetapi wisatawan kaya, jadi kita harus menyediakan fasilitas yang dibutuhkan mereka," ujar Menko Luhut sebelum meninggalkan Banyuwangi, Jumat pagi (2/3).

Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018